Beranda Ekonomi Bisnis Nyoss…Sambel Ndower Jarakan Tulungagung Bikinan Emak-emak dan Jendis

Nyoss…Sambel Ndower Jarakan Tulungagung Bikinan Emak-emak dan Jendis

BERBAGI
emak-emak Desa Jarakan asyik membuat sambel Ndower yang rasanya Nyoooss.(foto:firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Sambal dan olahan dapur identik dengan emak-emak. Kalau sambal ulegan emak-emak pasti deh dijamin rasanya endes pol. Seperti sambal ‘Ndower’ asli Desa Jarakan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung.

Sambel Ndower ini sudah di eksport hingga ke Arab Saudi meskipun harus memakai merk lain. Lebih mengembangkan potensi desa ini, akhirnya emak-emak dan juga janda yang ada di desa tersebut diberi pelatihan pembuatan sambal yang terkenal pedasnya ini.

Kades Jarakan, Suad Subagyo mengatakan, sambel ndower asli desa Jarakan sudah diekspor hingga ke Arab Saudi namun dengan merek lain. Hal ini karena ada syarat yang belum bisa terpenuhi.

“Sudah sampai ke Timur tengah, Arab Saudi Mekah dan Medinah tapi masih menggunakan merk lain karena ada syarat yang saat ini masih kita urus. Omzetnya cukup lumayan 120 juta pertahun,” ujarnya.

Suad menambahkan, ibu-ibu dipilih karena mereka memiliki waktu luang yang cukup banyak. Tidak hanya itu, banyak juga ibu-ibu yang harus menjadi tulang punggung keluarga.

| Baca Juga:  3 CJH Asal Tulungagung Batal Berangkat dan Dipulangkan

“Ini pesertanya ibu rumah tangga dan sebagian ada yang janda karena ditinggal suaminya, jadi harus menjadi tulang punggung keluarga,” terangnya.

Ternyata, tidak hanya sambel ndower saja yang laku dijual. Minyak hasil pembuatan sambal pun bisa dijual dan menghasilkan uang. “Dari 1 ton sambel ndower, menghasilkan minyak sambel dengan harga jutaan rupiah. Pembelinya restoran-restoran,” ungkap Suad.

Sambel ndower memiliki ciri yang berbeda dengan sambal lainnya. Ndower menggunakan cabai rawit kering sebagai bahan bakunya. “Jadi cabai rawitnya harus benar-benar kering dulu, kemudian dicampur dengan bumbu lainnya.

Ndower juga mencampurkan ikan pada bumbunya. Ikan yang digunakan yakni ikan lele, gurami, pedak bahkan cumi.

Berawal dari sambal ulegan emak-emak meningkat jadi produk unggulan desa akhirnya dieksport ke luar negeri. (*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here