Beranda Pendidikan Soal Bullying Siswa SMP di Doko, Begini Kata Bupati Blitar

Soal Bullying Siswa SMP di Doko, Begini Kata Bupati Blitar

BERBAGI
Bupati Blitar, Rijanto. (foto:ana alana)

AGTVnews.com – Bupati Blitar Rijanto buka suara terkait dugaan bullying terhadap salah satu siswa SMP di Kecamatan Doko. Dengan ramainya pemberitaan terkait kasus bullying ini, Bupati Blitar menginstruksikan dinas pendidikan untuk segera menangani.

Selain dinas pendidikan, bupati juga meminta Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mengawal kasus ini. Dinas terkait ini, kata dia, harus berkoordinasi dan melakukan klarifikasi agar permasalahan tidak melebar dan segera menemui titik terang.

“Jangan sampai bullying ini kemudian menganggu proses pendidikan. Untuk itu secara tegas saya instruksikan dinas terkait segera turun tangan,” ungkap Rijanto, Selasa (5/11/2019).

| Baca Juga:  Dalam Seminggu Kasus DBD di Blitar Meningkat Hingga Lebih 100 Persen

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Budi Kusuma mengatakan, pihaknya telah mendatangi sekolah untuk mengklarifikasi masalah ini.

Saat ini Dinas Pendidikan tengah mengupayakan agar korban mau bersekolah lagi. Dinas Pendidikan memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan, jika korban mau bersekolah lagi.

“Kami sedang mengupayakan agar anak ini mau kembali ke sekolah,” jelas Budi Kusuma.

Diberitakan sebelumnya, orang tua siswa kelas VII sebuah SMPN di Kabupaten Blitar mengadu ke Satreskrim Polres Blitar. Pengaduan ini dilakukan setelah si anak trauma tak mau sekolah karena menjadi korban bullying teman-temanya sendiri.

| Baca Juga:  Keren, Bupati hingga Pelajar di Blitar Kompak Kenakan Atribut Cinta Papua

Keterangan keluarga, korban mendapatkan tindakan bullying terakhir saat Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2019). Korban sempat pingsan dan diantar pulang ke rumah oleh pihak sekolah.

Sebelumnya korban juga sudah beberapa kali mengeluhkan sakit di bagian tubuhnya. Keluarga juga sempat membawa korban ke RSUD Ngudi Waluyo untuk memeriksakan keluhan korban.

Informasi terakhir yang diterima, korban sudah mau bersekolah namun pindah lembaga pendidikan dan tidak mau kembali ke sekolah lamanya. (*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma