Beranda Hukum Kriminal Istri Pengajian, Tukang Batu di Tulungagung Gauli Anak Tiri Hingga Hamil

Istri Pengajian, Tukang Batu di Tulungagung Gauli Anak Tiri Hingga Hamil

BERBAGI
tersangka pencabulan anak tiri diamankan Polres Tulungagung.(foto:firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Bejat, kelakuan Suparin (43 tahun) warga Ngunut Kabupaten Tulungagung. Laki-laki tukang batu ini tega menggauli anak tirinya, AS (13 tahun) hingga hamil 8 bulan.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, kelakuan bejat tersangka sudah terjadi sejak April 2018 lalu. Saat itu di rumah hanya ada korban dan neneknya. Tersangka memaksa menyetubuhi korban dengan iming-iming akan dibelikan handphone dan uang.

“Setelah yang pertama itu, memang tersangka membelikan handphone seharga Rp 800 ribu dan uang tunai sebesar Rp 20 ribu,” jelas Kapolres, Selasa (24/12/2019).

Setelah aksi pertama berhasil, kemudian tersangka kembali mengulanginya dengan modus yang sama yakni memberikan uang usai menyetubuhi korban.

| Baca Juga:  Hasil Ujilab Kucing Ciu Tulungagung Ditemukan Kandungan Alkohol

Aksi itu terjadi berulang-ulang sampai terakhir dilakukan pada bulan November 2019 yang lalu. Pada saat itu korban sudah berbadan dua.

“Uang yang diberikan bervariasi mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu. Sama modusnya diberi uang agar tidak mengadu,” tuturnya.

Pandia menambahkan, dalam melakukan aksinya, tersangka selalu memanfaatkan kondisi rumah yang kosong. Istri tersangka setiap malam Jumat selalu mengikuti kegiatan pengajian rutin.

Setelah istrinya pergi, tersangka langsung masuk ke dalam kamar AS kemudian menguncinya dari dalam. Kemudian tersangka menggauli AS dan memberikan uang usai nafsunya terlampiaskan.

“Setelah itu kejadian dilakukan seminggu sekali. Biasanya pas Jumat atau saat ibu korban ini sedang pengajian yasinan rutinan sehingga rumahnya kosong,” pungkas Pandia.

| Baca Juga:  Ratusan Polisi Jalani Tes Urin, Satu Terdeteksi Positif

Sementara itu, dihadapan petugas Suparin mengaku tidak ingat telah menggauli anak tirinya berapa kali. Dirinya hanya ingat perbuatan itu dilakukannya sejak AS masih SD hingga saat ini sudah di bangku SMP.

Kasus persetubuhan terhadap anak ini ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tulungagung. Tersangka dijerat dengan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun penjara.

Karena pelaku adalah orang dekat korban, maka hukumannya diperberat dengan ditambah sepertiga dari ancaman pidana.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here