Beranda Peristiwa KLHK Ambil Sampel Tumpukan Goni Diduga Limbah Berbahaya di Tulungagung

KLHK Ambil Sampel Tumpukan Goni Diduga Limbah Berbahaya di Tulungagung

BERBAGI
tumpukan karung goni di pinggir Tulungagung ditutup terpal agar tidak terkena air. (foto:firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung mengambil sampel dari tumpukan ratusan goni, di pinggir hutan Pucangan Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung, Kamis (19/12/2019). Petugas mengambil satu karung goni untuk diuji kandungannya.

Kabid Pengolahan Sampah dan B3 Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Tulungagung, Agus Prijanto Utomo mengatakan sampel tersebut akan diujilabkan dan dilihat kandungan yang ada di dalamnya. Kemungkinan 2 minggu setelah hari ini hasilnya baru bisa disampaikan.

| Baca Juga:  KPU Kabupaten Tulungagung Verifikasi Bakal Calon Perorangan

“Yang kita ambil tadi satu karung, untuk diujilabkan kemungkinan hasilnya bisa diketahui 2 minggu lagi” jelasnya.

Agus menjelaskan, dari ujilab tersebut akan bisa dilihat apa saja kandungan yang ada di dalamnya. Namun secara kasat mata kemungkinan benda di dalam goni ini merupakan sisa pembakaran alumunium.

“Nantinya dari ujilab ini ada 11 indikator yang bisa dilihat. Tentu ini berimbas bagi masyarakat, terus bagaimana untuk tanah sendiri, kita masih belum bisa memastikan” ungkapnya.

Kini sebelum dipastikan kandungannya, pihaknya bersama dengan pihak kepolisian memilih untuk memasang garis polisi dan menutupi tumpukan goni tersebut dengan terpal. Harapannya agar benda tersebut tidak terkena air

| Baca Juga:  DLH Periksa Selokan Berasap

Diketahui, tumpukan goni tersebut akan mengeluarkan asap dan bau menyengat bila terkena air.

Diperkirakan, tumpukan karung goni diduga berisi limbah ini juga ditemukan di dua lokasi lain di kabupaten Tulungagung yakni di desa Babadan kecamatan Karangrejo dan di desa Nglutung kecamatan Sendang.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah 
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here