Beranda Hukum Kriminal Polres Kediri Amankan Puluhan Ribu Pil Koplo dan Sabu-sabu Jaringan Lapas Madiun

Polres Kediri Amankan Puluhan Ribu Pil Koplo dan Sabu-sabu Jaringan Lapas Madiun

BERBAGI
tersangka pengedar pil dobel L yang mengaku mendapatkan barang haram dari jaringan lapas Madiun.(foto:wiji guntoro)

AGTVnews.com – Satrekoba Polres Kediri mengamankan satu jaringan pengedar obat keras dan terlarang yang diduga merupakan jaringan lapas Madiun.

Tiga tersangka pengedar yang diamankan yakni Kurniawan (37 tahun) warga Desa Toyoresmi Kecamatan Pagu, Ari Triono (34 tahun) warga Desa/Kecamatan Pagu dan Galuh Wahyu (36 tahun) warga Kelurahan Burengan Kota Kediri.

Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal mengungkapkan, jaringan ini terungkap dari tertangkapnya Kurniawan. Dari tangan tersangka petugas mengamankan 147 butir pil dobel L. Dari pengembangan Kurniawan,kemudian didapatkan tersangka Ari dengan barang bukti 660 butir pil dobel L. Terakhir petugas mengamankan tersangka Galuh.

| Baca Juga:  Grebek Warung Miras, Antisipasi Maraknya Miras di Masyarakat

“Pelaku mengaku jika mendapatkan barang dari orang yang dia kenal dan sekarang berada di Lapas Madiun,” ungkap AKBP Roni, Senin (9/12/2019).

Adanya pengakuan tersebut, petugas satresnarkoba Polres Kediri akan melakukan koordinasi dengan Lapas Madiun. Apakah benar pelaku mendapatkan barang yang dikontrol dari lapas atau hal tersebut menjadi sebuah alasan agar petugas berhenti melakukan pengembangan.

“Kita akan melakukan koordinasi dengan pihak lapas, apakah benar jika peredaran narkotika, psikotropika dan obat keras ini dijalankan dari dalam lapas,” tegas AKBP Roni.

| Baca Juga:  Bawa Ratusan Gram Sabu, Kurir Asal Surabaya Ternyata Diperintah Warga Binaan Lapas Madiun

Dari penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti diantaranya 45.000 butir pil dobel L, 7,58 gram sabu-sabu dan 700 butir pil erimin yang tergolong dalam psikotropika.

Atas perbuatannya Kurniawan dan Ari Triono dijerat dengan Pasal 197 Undang Undang No 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Sementara Galuh dijerat dengan dua pasal yaitu Pasal 112 Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 62 Undang Undang No 5 Tahun 1997 tentang psikotropika.(*)

Reporter: Wiji Guntoro
Editor: Linda Kusuma