Beranda Hukum Kriminal Rekonstruksi Pembunuhan Pasutri Tulungagung Temukan Fakta Baru

Rekonstruksi Pembunuhan Pasutri Tulungagung Temukan Fakta Baru

BERBAGI
tersangka pembunuhan saat menjalani rekonstruksi di rumah korban.(foto:firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Kepolisian Resort Tulungagung menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pasangan suami istri Didik dan Suprihatin warga dusun Ngingas desa/kecamatan Campurdarat Tulungagung, Senin (9/12/2019).

Dalam rekonstruksi ini mengungkap fakta baru soal temuan benda mirip besi yang ditemukan di dalam tengkorak kepala Suprihatin. Tidak hanya itu, pelaku juga terlihat membawa senjata angin. Padahal senjata ini sebelumnya tidak ada.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, replika senapan angin yang dibawa tersangka adalah senapan angin yang digunakan tersangka dalam menjalankan aksinya. Biasanya senjata tersebut digunakan tersangka untuk berburu burung.

“Jenisnya senapan angin untuk berburu. Hal ini sesuai dengan hobi tersangka yang senang berburu,”ujarnya.

|simak video berita terkait:

 

Pandia menjelaskan, dalam 68 adegan rekonstruksi yang dilakukan, diketahui korban membunuh korban perempuan pada adegan ke 15 dengan menggunakan marmer yang ada di ruang tamu. Kemudian membunuh korban laki-laki di dalam kamar dengan menggunakan kayu yang ada di sekitar lokasi.

| Baca Juga:  Nongkrong Di Pinggir Jalan, Residivis Ini Diamankan

Senapan angin yang dibawa tersangka tersebut digunakan untuk memukul kepala korban perempuan, sebelum akhirnya senapan angin tersebut dibuang ke halaman belakang untuk menghilangkan jejak.

Namun keesokan harinya tersangka kembali ke lokasi tersebut dengan masuk melalui pintu belakang, untuk mengambil kembali senapannya.

“Senapannya sempat dibuang di belakang rumah korban, tapi keesokan harinya diambil lagi dan dibawa ke Kalimantan,”jelasnya.

Pandia menjelaskan, meski tersangka menyiapkan senapan angin dari rumah namun tetap saja pembunuhan ini tidak bisa digolongkan dalam pembnuhan berencana. Karena pelaku membunuh korban dengan peralatan yang ada di lokasi kejadian.

“Bukan perencanaan, karena alat yang dipakai membunuh itu ada di sekitar korban. Kalau senapan tadi untuk memukul kepala korban,” jelasnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tulungagung, Anik Pratiwi yang mengikuti jalannya rekonstruksi mengatakan, pelaku melakukannya secara spontan namun untuk bisa mengetahui dengan jelas alasannya perlu dilakukan pendalaman dalam persidangan mendatang.

| Baca Juga:  Status Pelaku Pembunuhan Istri Dan Anak di Blitar Menjadi Tersangka

“Kalau alasanya apa, saya kan belum nanya nanya itu nanti di Pengadilan. Kalau dari rekonstruksi, ini pembunuhannya spotan karena alat-alatnya ada di sekitar korban dan tidak dibawa dari rumah,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu anak korban, Dedi Mawar Pranata (29 tahun) mengaku geram dan menginginkan tersangka dihukum seberat-beratnya. “Saya tidak menyangka mereka berdua pelakunya.

“Saya tidak curiga jika pelakunya adalah mereka berdua, tetangga satu dusun. Keluarga inginnya dihukum seberat-beratnya. Kalau perlu hukum mati,” ucapnya.

Kasus pembunuhan pasutri ini terjadi satu tahun yang lalu.Kedua korban ditemukan beberapa hari kemudian oleh cucunya sudah dalam keadaan tewas.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here