Beranda Hukum Kriminal Tidak Terbukti Cekoki Kucing Dengan Ciu, Azzam jadi Tersangka

Tidak Terbukti Cekoki Kucing Dengan Ciu, Azzam jadi Tersangka

BERBAGI
Ahmad Azzam pemilik akun Azzam_cancel jadi tersangkang penyebaran berita bohong.(foto:firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Kasus unggahan kucing sekarat akibat miras jenis ciu dalam instastory Azzam_cancel berakhir sudah. Ahmad Azzam (24 tahun) pemilik akun ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia membenarkan penetapan tersangka tersebut.

“Yang bersangkutan sudah kita tetapkan sebagai tersangka untuk berita bohong yang diunggah dalam statusnya,” ujar Pandia, Selasa (31/12/2019).

Pandia menjelaskan, dari hasil otopsi yang dilakukan petugas tidak ditemukan ciu di dalam tubuh kucing. Adanya perlemakan di saluran pernafasan kucing tersebut bisa disebabkan banyak hal, salah satunya karena kondisi kucing yang lapar.

“Hasil otopsi tidak ditemukan ciu di dalam tubuh kucing. Adanya perlemakan pada pencernaan kucing diduga karena kelaparan. Sedangkan penyebab kematian kucing ini karena tertutupnya saluran pernafasan, diduga saat berusaha disembuhkan dengan air kelapa tersebut” lanjutnya.

| Baca Juga:  Perilaku Seks Roni Menyimpang, Setelah Istrinya Berangkat TKW

Ditambahkan Pandia, sesuai dengan keterangan tersangka dihadapan polisi, sengaja memasang caption kucing minum ciu di instastory nya dengan harapan bisa memantik perdebatan antar sesama pengguna instagram, bukan untuk tujuan lain.

“Memang captionnya seperti itu, katanya untuk membuka diskusi followernya di instagram,” jelas Kapolres.

Dengan fakta dan data serta serangkaian penyelidikan dan penyidikan hingga gelar perkara yang dilakukan oleh pihaknya, Ahmad Azam ditetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana penyebaran berita bohong, yakni mengunggah caption instastory tidak sesuai dengan kenyataanya.

Tersangka dijerat dengan pasal 15 Undang Undang Republik Indonesia nomer 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana, jo pasal 1 Undang Undang nomer 73 tahun 1958 yang menyatakan, barang siapa menyiarkan kabar tak pasti atau kabar yang berlebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan dia mengerti kabar itu menimbulkan keonaran maka yang bersangkutan bisa dipenjara maksimal 2 tahun.

| Baca Juga:  Bejat, Bapak di Tulungagung Cabuli Anak Tiri Hingga Hamil 7 Bulan

Namun karena tersangka selama ini kooperatif, polisi tidak menahan yang bersangkutan dan hanya mewajibkannya untuk  lapor sampai proses pelimpahan berkasnya berlanjut.

Sementara itu, Ahmad Azam mengaku menyesal telah melakukan perbuatan tersebut, dirinya kini juga memilih untuk mengurangi aktifitasnya di Instagram pasca kejadian tersebut.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here