Beranda Hukum Kriminal Tipu Warga, 4 Anggota DPRD Kabupaten Blitar Diadukan ke Polisi

Tipu Warga, 4 Anggota DPRD Kabupaten Blitar Diadukan ke Polisi

BERBAGI
Kasatreskrim Polres Blitar Kota, heri Sugiono.(foto:ana alana)

AGTVnews.com – Empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar diadukan ke Satreskrim Polres Blitar Kota. Keempat anggota DPRD Kabupaten Blitar ini diadukan atas dugaan tindak penipuan pengurusan penerbitan sertifikat tanah.

Menurut Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono, aduan tersebut diterima Polres Blitar Kota pada 21 Desember 2019 lalu. Anggota DPRD yang diadukan yakni W, E, A dan M.

“Pengaduan ini terkait dengan biaya operasional penerbitan sertifikat kurang lebih sekitar Rp 335 juta. Yang mengadukan seorang warga bernama Ahmadi, warga Karanganyar Timur Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar,” ungkap Heri Sugiono saat dikonfirmasi, Senin (30/12/2019).

Heri menjelaskan, dalam aduan itu dijelaskan dugaan penipuan terjadi sekitar tahun 2016 lalu. Saat itu keempat anggota DPRD Kabupaten Blitar ini tengah melakukan kunjungan kerja ke Perkebunan Karangnongko Desa Modangan Kecamatan Nglegok.

Pada kunjungan itu salah seorang anggota DPRD menjanjikan akan memperjuangkan pengurusan tanah yang ditempati warga menjadi sertifikat hak milik.

“Kemudian warga membentuk kepanitiaan redistribusi. Untuk proses ini salah seorang anggota DPRD meminta panitia untuk menyiapkan biaya operasional penerbitan sertifikat. Kemudian panitia mengumpulkan uang dari warga yang jumlah totalnya mencapai Rp 335 juta,” jelas Heri.

| Baca Juga:  Ratusan Botol Miras Dimusnahkan Polres Kota Blitar Dalam Operasi Sikat Semeru

Ditambahkannya uang ini kemudian diserahkan ke salah satu anggota DPRD tersebut secara bertahap hingga tiga kali. Namun setelah diserahkan tidak ada realisasi hingga sekarang. Sehingga panitia mengadukan masalah ini ke Satreskrim Polres Blitar Kota.

Heri mengaku, atas adanya aduan ini pihaknya akan segera membuat surat penyelidikan. Nantinya tim dari Satreskrim Polres Blitar akan turun ke lapangan.

“Kalau memang nantinya di lapangan ditemukan adanya dugaan tersebut kami akan langsung gelar perkara dan meminta melakukan laporan resmi untuk segera ditingkatkan ke tahap penyidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Ahmadi, warga yang mengadukan masalah ini ke polisi mengatakan, jika keempat anggota DPRD itu awalnya datang ke perkebunan Karangnongko dengan membawa lima orang yang mengaku dari Jakarta. Lima orang tersebut dikatakan merupakan staf Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil. Mereka lalu menjanjikan akan menyelesaikan sertifikat tanah pada 2017.

| Baca Juga:  Kelabuhi Petugas, Kirim Paket Sabu Via Travel

Karena tidak kunjung ada kejelasan Ahmadi kemudian nekat ke Jakarta mendatangi kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Hasilnya lima orang yang dibawa ke perkebunan oleh anggota DPRD Kabupaten Blitar itu ternyata bukan staf dari Menteri Agraria dan Tata Ruang.

“Saya kemudian langsung konfirmasi ke dewan alasanya dewan juga ketipu. Kemudian mereka (anggota DPRD) tidak bisa saya hubungi lagi. Bahkan ketemu pun tidak menyapa akhirnya, saya adukan. Karena kami kan ingin kejelasan,” kata Ahmadi melalui sambungan telepon.

Saat dikonfirmasi Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto mengaku belum mengetahui terkait aduan tersebut. Sehingga belum banyak memberikan komentarnya. “Saya belum tahu, nanti saya akan cek dulu apakah benar ada aduan seperti itu,” kata Wito.

Selain ketua DPRD yang tak memberi banyak komentar, hingga kini keempat anggota DPRD Kabupaten Blitar belum bisa dimintai pernyataan terkait hal ini. (*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here