Beranda Hukum Kriminal Ayam Tiren di Blitar Diolah Pakai Kunyit Dijual ke Pasar Pedesaan

Ayam Tiren di Blitar Diolah Pakai Kunyit Dijual ke Pasar Pedesaan

BERBAGI
Barang bukti bangkai ayam yang diolah oleh tersangka. Bangkai ayam olahan tersebut dijual ke pasar-pasar di pedesaan sekitar perbatasan Malang.(foto: ana alana)

AGTVnews.com – Polisi menggerebek tempat pengolahan ayam bangkau atau tiren (mati kemarin) di Jalan Jati Kota Blitar. Dua pelaku diamankan dari penggerebekan ini, yakni Imam Waluyo (43 tahun) dan Antok Wasono (42 tahun).

Keduanya memiliki peran berbeda dalam mengedarkan bangkai ayam tersebut. Imam Waluyo membeli bangkai ayam dari seorang pengepul seharga Rp 5.000/ekor. Kemudian dibersihkan bulu dan jerohannya lalu dijual lagi kepala Antok seharga Rp 10.000.

Antok kemudian mengolah bangkai ayam tersebut menggunakan kunyit dan ketumbar, kemudian dijual lagi seharga Rp 20.000 hingga Rp 30.000/ekor.

| Baca Juga:  Ini Alasan Mengapa Konsumsi Ayam Tiren Berbahaya

“Yang saya jual itu sudah dalam bentuk ayam ungkep. Dibumbui pakai kunyit dan ketumbar biar bau dan warnanya hilang,” ungkap Antok di Mapolres Blitar Kota, Jumat (10/1/2020).

Dalam sehari keduanya bisa mengolah dan menjual sampai 25 ekor ayam, tergantung stok dari pengepul. “Sehari biasanya 20 sampai 25 ekor,” imbuhnya.

Bangkai ayam olahan ini dijual ke pasar-pasar pedesaan di wilayah Kesamben dan perbatasan Malang. Para pembeli umumnya tidak curiga dengan tampilan ayam olahan para pelaku ini.

| Baca Juga:  Polisi Buru Pemasok Ayam Tiren Olahan di Blitar

Diberitakan sebelumnya Satreskrim Polres Blitar Kota menggerebek sebuah rumah di Jalan Jati Kota Blitar. Dari penggerebekan sebuah itu petugas menemukan 28 ekor bangkai ayam. Terdiri dari 8 ekor bangkai ayam yang sudah dibersihkan dan 20 ekor ayam yang belum dibersihkan.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor : Yusuf Saputro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here