Beranda Hukum Kriminal Ini Alasan Mengapa Konsumsi Ayam Tiren Berbahaya

Ini Alasan Mengapa Konsumsi Ayam Tiren Berbahaya

BERBAGI
Dua tersangka penjual ayam tiren diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Polres Blitar Kota mengungkap kasus pengolahan dan penjualan bangkai ayam atau tiren (mati kemaren). Ayam yang sudah menjadi bangkai itu diolah sedemikian rupa untuk menyamarkan bau busuk dan dijual dengan harga murah. Namun meski harganya murah, sejumlah bahaya mengancam kesehatan dari konsumsi ayam ini.

Menurut Kabid Peternakan, Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kota Blitar Dewi Mashitoh, ternak yang mati tanpa dipotong dagingnya tidak sehat untuk dikonsumsi karena berpotensi tercemar bakteri yang sudah berkembang di dalamnya.

“Ketika tidak disembelih berarti darahnya tidak keluar. Hal ini menjadikan daging ayam mudah busuk. Kemudian yang membahayakan adalah ketika darah hewan itu mengandung bakteri penyakit. Bakteri penyakit yang ada pada darah ini kemudian mencemari daging. Tentu ini membahayakan bagi manusia,” ungkap Dewi Mashitoh, Sabtu (11/1/2020).

| Baca Juga:  Polisi Buru Pemasok Ayam Tiren Olahan di Blitar

Dewi menambahkan, apabila daging ayam tiren tersebut dikonsumsi tentu saja bakteri penyebab penyakit bisa masuk ke dalam tubuh manusia.

“Paling mungkin bakteri E.coli dan salmonella. Nah, bakteri ini kemudian memicu penyakit seperti diare. Yang membahayakan jika diare kemudian dehidrasi ini bisa mengancam nyawa,” ujarnya.

Dewi menyarankan saat membeli daging untuk meneliti. “Daging ayam tiren pasti terlihat kusam dan tidak fresh. Secara fisik mudah sekali dikenali. Namum biasanya karena tergiur harga murah, warga nekat membeli,” pungkasnya.

| Baca Juga:  Ayam Tiren di Blitar Diolah Pakai Kunyit Dijual ke Pasar Pedesaan

Diberitakan sebelumnya Satreskrim Polres Blitar Kota menggerebek sebuah rumah di Jalan Jati Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Dari penggerebekan itu petugas menemukan 28 ekor bangkai ayam.

Terdiri dari 8 ekor bangkai ayam yang sudah dibersihkan dan 20 ekor ayam yang belum dibersihkan. Dua orang pemilik bangkai ayam ini diamankan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Mereka diantaranya Imam Waluyo (43 tahun) dan Antok Wasono (42 tahun).(*)

Reporter: Ana Alana
Editor : Yusuf Saputro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here