Beranda Hukum Kriminal Pengedar Pil Koplo di Blitar Ngaku Sedih Ditinggal Mati Istri

Pengedar Pil Koplo di Blitar Ngaku Sedih Ditinggal Mati Istri

BERBAGI
Tersangka Marsim saat menjalani pemeriksaan di Satreskoba Polres Blitar. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Entah kesedihan seperti apa yang dirasakan Marsim (44 tahun) warga Desa Gembongan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.

Laki-laki ini mengaku nekat mengkonsumsi pil dobel L karena sedih ditinggal istrinya meninggal. Namun tidak hanya mengkonsumsi saja, dia juga mengedarkannya.

Dihadapan petugas Satnarkoba Polres Blitar, buruh tani ini mengaku tenang setelah menelan pil tersebut.

“Sudah sebulan ini saya konsumsi pil. Karena saya sering gelisah setelah istri saya meninggal sebulan lalu. Jadi saya konsumsi pil biar tenang,” terang Marsim saat diamankan, Jumat (24/1/2020).

Marsim mengaku mendapatkan pasokan Pil Double L dari Heru warga Kediri. Awalnya Marsim hanya membeli untuk digunakan sendiri. Namun lama kelamaan dia ditawari untuk ikut mengedarkan pil tersebut.

| Baca Juga:  Tangkap Pengedar, Polsek Ngunut Amankan Ribuan Pil Dobel L

Dalam sehari Marsim mengkonsumsi enam pil dobel L. Tiga dikonsumsi pagi hari dan tiga dikonsumsi malam hari sebelum tidur. Selain itu dia juga aktif mengedarkan di kenalan dekatnya.

Kasat Narkoba Polres Blitar, AKP Didik Suhardi mengatakan, Marsim diamankan di rumahnya dengan barang bukti berupa 8 kantong pil dobel L. Masing-masing kantong berisi 1.000 butir pil yang disimpan dalam lemari.

“Penangkapan pelaku pengedar dobel L ini setelah kami mendapatkan informasi adanya pengedar pil dobel L di Ponggok. Kemudian ditindaklanjuti oleh anggota Satnarkoba dan berhasil menangkap pelaku,” ujar AKP Didik.

| Baca Juga:  Simpan Sabu, Pemandu Lagu di Blitar Diamankan

Selain mengedarkan pil dobel L dengan sasaran para pelajar pelaku juga mengkonsumsinya sendiri.

“Pelaku membeli sepuluh box, dua box sudah laku. Per box dijual dengan harga Rp 900 ribu isi 1.000 butir. Sementara Heru, pemasoknya dari Kediri sudah ditangkap Polres Kediri,” jelas Didik.

Ditambahkan AKP Didik, tersangka Marsim dijerat dengan UU No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan pasal 196 – 197, dengan ancaman 15 tahun.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Yusuf Saputra

| simak video berita terkait: