Beranda Viral Gerah Dihujat Mas Abu Surati Persik Mania

Gerah Dihujat Mas Abu Surati Persik Mania

BERBAGI
Mas Abu tinjau kondisi stadion Brawijaya Kediri. (foto:istimewa)

AGTVnews.com -Gerah dengan banyaknya utasan dan unggahan dari warganet terkait kondisi stadion Brawijaya Kediri, mas Abu Wali Kota Kediri mengirim surat terbuka. Surat ini diunggahnya di FP miliknya Abdullah Abu Bakar- Mas Abu.

Surat tersebut berisi permintaan maaf nya kepada Persik mania karena belum bisa mewujudkan keinginan untuk memiliki stadion baru dan megah seperti di wilayah lain.

Meski demikian mas Abu tetap mengharapkan Persik mania berbesar hati dan terus memberikan semangat dan dukungan kepada Persik Kediri.

“Hai Persik Mania

Mari kita dukung terus tim kebanggaan kita Persik Kediri. Sekali lagi, jangan banyak bicara saudaraku, banyaklah bekerja untuk mendukung Persik Kediri.

Kediri adalah Persik
Persik adalah Kediri,” caption yang ditulis mas Abu dalam beberapa surat yang diunggahnya.

| Baca Juga:  Drama Penalti Paksa Persik Kediri Pulang Tanpa Poin dari Tuban
surat dari mas Abu bagi Persik Mania. (foto: fb)

Unggahan ini mendapat tanggapan beragam dari warganet. Kebanyakan dari mereka mengapresiasi apa yang disampaikan wali Kota Kediri ini. Menurut mereka surat terbuka ini merupakan bentuk kepedulian wali kota kepada tim kesayangan mereka.

Salah satunya dari akun Wahyu Iza, yang menuliskan “Josss, Alhamdulillah maturnuwun mas abu, atas perhatiannya kepada team kebanggan kediri.”

Sementara akun Erfan Rianto justru mengapresiasi dengan ucapan “Hidup tanpa adanya hujatan kurang semangat…

Sebaliknya, hidup terlalu dihujat yaa jiwa-jiwa ambyar yang selalu menyertainya,” tulis akun tersebut.

| Baca Juga:  Lampu Stadion Brawijaya Tidak Lolos Verifikasi Liga 1

Terlepas dari tanggapan-tanggapan tersebut, kritik dan hujatan dari para Persik mania ini menjadi ‘rabuk‘ bagi kemajuan Persik Kediri termasuk sarana dan prasarana yang mendukung. Ya,semoga semangat ini terus bisa terjaga demi kemajuan dan kejayaan tim kebanggan Kota Kediri.(*)

Editor: Yusuf Saputra