Beranda Tips Trik Prihatin Punahnya Angrek Langka, Dokter Gigi di Kediri Kembangkan Budidaya Invitro

Prihatin Punahnya Angrek Langka, Dokter Gigi di Kediri Kembangkan Budidaya Invitro

BERBAGI
budidaya anggrek langka yang dilakukan Wulan.(foto:wiji guntoro)

AGTVnews.com – Kediri ternyata memiliki potensi flora yang cukup kaya, satu diantaranya adalah tanaman anggrek. Namun sayang karena banyak yang suka, anggrek hutan Kediri ini menjadi perburuan liar.

Berawal dari rasa prihatin ini, seorang dokter gigi warga Desa Sukorejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri mencoba untuk melakukan budidaya pengembangbiakan anggrek hutan.

Sriwulan Nugrahini, melakukan budidaya anggrek hutan melalui teknik invitro. Pembibitan dilakukan menggunakan media botol. Usaha ini dilakukannya dengan memanfaatkan halaman belakang rumahnya.

“Saya prihatin dengan banyaknya perburuan anggrek hutan di lingkungan sekitar sini (Kediri). Kalau terus diambil banyak-banyak seperti ini, khan jadinya habis. Terus nanti gak ada lagi spesies ini,” jelas Wulan.

Wulan menyebutkan, teknik budidaya yang digunakannya tidaklah rumit. Asalkan teliti dan telaten kemungkinan besar bisa berhasil.

| Baca Juga:  Bad Mood? Gunakan 5 Moodboster Ini

“Caranya, pertama kali siapkan bunga anggrek yang baru seminggu mekar. Kemudian gel pada bunga diambil dengan tusuk gigi, gel ini fungsinya untuk mengikat sari bunga. Selanjutnya sari bunga dikawinkan dengan putik dengan memasukkan sari bunga ke putik bunga,”rinci wanita ramah ini.

Usaha yang dilakukan Wulan ini bukannya tanpa hambatan. Kurangnya media dan kegagalan pembenihan menjadi kendala utama dalam proses pelestarian anggrek langka ini.

| simak video berita ini:

“Kendala cuaca sangat mempengaruhi proses perkawinan,sehingga kita harus membuat inovasi agar bisa bertahan pada cuaca tersebut,”imbuh Wulan.

Wanita penghobi bertanam ini, sudah memiliki 14 jenis anggrek langka sebagai koleksinya. Anggrek-angrek ini ditanam dengan cara kultur jaringan.

| Baca Juga:  Pilih Mana Nih, Kopi atau Teh?

Koleksi yang dimilikinya seperti dendrobium, grammatophyilum, tricolor, bulbophyllum lobbi, gigantea, vanda, cattleya, anggrek tebu, papuanum, pandurata, anggrek macan, aphyllum dan anggrek hutan.

“Kalau hobi dengan bunga sudah 10 tahun, namun sejak tahun lalu saya lebih fokus pada penanaman anggrek hutan ini,”jelasnya, Jumat(28/02/2020).

Dibantu 3 pekerja, Wulan bisa mneghasilkan 1500 botol bibit anggrek.Setiap botol berisi 25 hingga 30 bibit anggrek. Meski belum ada bibit anggrek yang dewasa, namun bibit budidaya Wulan ini banyak diminati pecinta anggrek. Wulan menyediakan bibit anggrek budidayanya untuk dijual dengan harga Rp 50 ribu perbotol untuk spesies anggrek hutan Kediri. (*)

Reporter: Wiji Guntoro
Editor: Linda Kusuma

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here