Beranda Pemerintahan Wacana Penghapusan GTT Rugikan Dunia Pendidikan

Wacana Penghapusan GTT Rugikan Dunia Pendidikan

BERBAGI
Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Adi Suselo. (foto: Zayyin multazam sukri via koranmemo)

AGTVnews.com – Wacana penghapusan Guru Tidak Tetap (GTT) oleh pemerintah pusat diyakini akan merugikan dunia pendidikan, utamanya Sekolah Dasar.

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Adi Suselo menyatakan, akan ada dampak serius bila wacara tersebut benar-benar diterapkan pada 2021.

“Minimal ada 3 guru kelas dari GTT. Itu belum GTT yang mengisi mata pelajaran lain atau menjadi TU,” ujar Adi Suselo seperti dikutip koranmemo, kemarin.

Data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, sebanyak 3.942 GTT ada di SD Negeri, dan 1.151 GTT ada di SMP Negeri total ada 5.093 GTT. Tahun ini Kabupaten Tulungagung hanya mendapatkan jatah 238 calon pegawai negeri sipil (CPNS).

| Baca Juga:  Sekolah di Blitar Dilarang Beri PR

Melihat jumlah yang banyak, permasalahn akan muncul ketika status honorer akan dihapuskan. Padahal ada 596 SD Negeri dan 48 SMP Negeri di Kabupaten Tulungagung yang memanfaatkan jasa GTT.

Adi berharap, pemerintah pusat memberikan solusi. Berkaca pada data di atas, jika status GTT dihapuskan, akan banyak sekolah yang tidak ada guru pengajar. Terlebih, pada tahun ini akan ada beberapa guru PNS yang akan pensiun.(*)

Berita ini telah tayang di koranmemo dengan judul “Penghapusan Status GTT Merugikan SD”

Editor: Yusuf Saputro