Beranda Peristiwa Aparat Akan Bubarkan Milenial yang Ngeyel Nongki

Aparat Akan Bubarkan Milenial yang Ngeyel Nongki

BERBAGI
petugas, membubarkan sejumlah anak muda yang masih ngopi dan nongkrong di kafe. (foto:ana alana)

AGTVnews.com – Mengantisipasi semakin merebaknya virus covid-19, petugas gabungan menggelar patroli untuk membubarkan kumpulan massa. Patroli dari petugas gabungan ini diantaranya personil dari Polres Blitar Kota, TNI dan Sat Pol PP.

Petugas melakukan patroli dengan berkeliling ke lokasi-lokasi yang biasanya dijadikan tempat nongkrong. Mereka mendatangi cafe, warung, tempat nongkrong, pertokoan, pedagang kaki lima, coffee shop, tempat kuliner, sarana ruas jalan yang digunakan jadi tempat nongkrong yang ada di Kota Blitar.

Petugas juga mendatangi  beberapa kecamatan di Kabupaten Blitar yang masuk wilayah hukum Polres Blitar Kota.

| Baca Juga:  Arab Saudi Stop Umroh, 70 Jamaah Asal Blitar Sempat Tertahan

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, patroli yang dilakukan untuk penerapan social distancing di masyarakat.

“Kami menyampaikan himbauan Kapolri dan instruksi Bapak Presiden kepada masyarakat tentang penerapan Social Distancing. Pelaksanaan patroli gabungan skala besar ini juga dilaksanakan agar masyarakat lebih peduli, paham dan sadar akan pencegahan virus covid-19,” ungkap Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela, Selasa (24/3/2020).

Selain memberi himbauan pada warga masyarakat untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing, petugas juga meminta agar para pelaku usaha menerapkan kepatuhan Social Distancing, melalui sistem berjualan take away (dibawa pulang).

| Baca Juga:  Baru Sebulan Bebas Residivis Ini kembali Lakukan Aksinya

“Setelah kami himbau untuk segera kembali ke rumah masing-masing kemudian lokasi-lokasi tersebut disemprot desinfektan,” paparnya.

AKBP Leonard menambahkan, jika masih ada masyarakat yang membandel, tidak mematuhi perintah petugas bisa diproses hukum dengan dijerat pasal 212, pasal 216 (1) dan pasal 218 KUHP “Ancaman hukumannya penjara 4 bulan sampai maksimal 1 tahun,” pungkasnya.

Patroli ini akan terus dilakukan di sejumlah tempat yang sering digunakan untuk berkumpul dan nongkrong. (*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma