Beranda Pemerintahan Berantas Calo, Imigrasi Kediri Gratiskan Paspor Untuk Pelapor

Berantas Calo, Imigrasi Kediri Gratiskan Paspor Untuk Pelapor

BERBAGI
proses wawancara hanya bagi yang berkepentingan.(foto:wiji guntoro)

AGTvnews.com – Imigrasi Kediri akan gratiskan paspor bagi orang yang melaporkan adanya praktik percaloan. Pernyataan ini disampaikan Kepala Imigrasi Kediri Rakha Sukma Pramana

Menurutnya banyak cara dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kediri untuk memberantas praktek percaloan dan pungutan liar. Cara tersebut diantaranya dengan pendaftaran antrian secara online, tidak ada transaksi dalam ruang pelayanan hingga pencatuman kontak pengaduan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami tidak akan mentolerir praktek percaloan, hal ini sebagai komitmen pelayanan prima kepada masyarakat. Bahkan kepada kepada siapa saja yang melaporkan adanya praktek percaloan dan pungutan liar, akan diberikan paspor secara cuma-cuma. Tentunya harus disertai dengan bukti,” ungkapnya, Rabu (11/3/2020).

| Baca Juga:  Gelar Aksi, Puluhan Aktivis IMM Kediri Ajak Kapolres Kediri Audensi

Rakha menambahkan, hanya pemohon jasa keimigrasian yang dapat masuk ke ruang pelayanan. Pemohon yang telah mendapatkan nomor antrian, akan diberikan kartu akses untuk masuk ke ruang pelayanan, sehingga tidak ada orang yang tidak berkepentingan dapat masuk di ruang pelayanan.

“Kita juga butuh kerjasama dari masyarakat, pemohon paspor khusunya agar tidak menghiraukan iming-iming pembuatan paspor yang biasanya dijanjikan lebih cepat. Karena pada prinsipnya pembuatan paspor itu mudah, hanya dengan KTP, Kartu Keluarga dan AKte Kelahiran/Ijazah/Buku Nikah sudah dapat memiliki paspor. Selain itu, dengan menggunakan calo akan merugikan masyarakat dengan biaya berkali lipat,” tutupnya.

| Baca Juga:  Tim Puslit Arkenas Temukan Lantai di Kedalaman 3 Meter Penggalian Candi Gempur

Paspor merupakan dokumen yang wajib dimiliki ketika akan melakukan perjalanan ke luar negeri. Namun, untuk memiliki paspor sebagian orang menganggap tidak mudah dan butuh proses panjang.

Proses ini dianggap bagi sebagian orang merepotkan. Akhirnya tak sedikit yang memilih jalan pintas dengan memanfaatkan jasa calo. (*)

Reporter: Wiji Guntoro
Editor: Linda Kusuma