Beranda Hukum Kriminal Imigrasi Kediri Batalkan Paspor dari Dokumen Aspal

Imigrasi Kediri Batalkan Paspor dari Dokumen Aspal

BERBAGI
sejumlah paspor yang menjadi barang bukti ungkap kasus pemalsuan dokumen Polres Kediri akan ditangguhkan.(foto: wiji guntoro)

AGTVnews.com – Pasca terungkapnya kasus pemalsuan akta authentik oleh kepolisian Resort Kediri, Kantor Imigrasi Kediri membatalkan sejumlah paspor yang ikut jadi barang bukti.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri Rakha Sukma Purnama mengatakan, akan melakukan pemeriksan lebih lanjut terhadap paspor yang sudah dibuat, apabila diketahui dokumen persyaratan tersebut palsu,maka paspor akan dibatalkan dan akan dilakukan pemanggilan kepada pemohon.

“Proses penerbitan paspor yang selama ini dilakukan sudah sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku. Ada 38 paspor yang menjadi barang bukti, 29 diantaranya dari Imigrasi Kediri sisanya dari daerah lain,” jelas Rakha, Rabu (4/3/2020).

Rakha menambahkan tahun pengeluaran paspor ini bervariasi, sejak tahun 2018 lalu. Imigrasi hanya menerima dokumen persyaratan dari beberapa instansi dari pemohon. Screening yang dilakukan petugas imigrasi dengan melakukan wawancara untuk memastikan kepemilikan dokumen tersebut.

| Baca Juga:  Imigrasi Kediri Akan Buka Pelayanan Kepada Masyarakat Secara Langsung

“Jadi setiap pemohon kan membawa 3 dokumen, sedangkan kita melayani banyak pemohon yang datang kesini. Jadi kita tidak mungkin selalu mengecek satu persatu dokumen ke instansi terkait,”jelasnya.

“Kita hanya memastikan dokumen persyaratan sesuai nama dan lengkap kita verifikasi. Sekarang yang baru sistem yang bisa kita gunakan sebagai filter adalah Nomer Induk Kependudukan (NIK) menggunakan E-KTP saja,”imbuhnya.

Langkah yang pasti diambil imgrasi adalah penangguhan paspor jika memang terbukti menggunakan dokumen palsu.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan biro jasa. Semuanya bisa dilkaukan melalui aplikasi daring dengan biaya gratis,” tutupnya.

| Baca Juga:  Berantas Calo, Imigrasi Kediri Gratiskan Paspor Untuk Pelapor

Sebelumnya, Polres Kediri menangkap 3 pelaku pemalsuan dokumen negara,yakni HA (27 tahun ) warga Desa Lontar Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya, IPP (24 tahun) warga Pondok Lontar Indah Kecamatan Sambikerep dan SH (51 tahun) warga Desa Sidorejo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.

Aksi komplotan ini terungkap setelah dilakukan penggerebekan di salah satu rumah di kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Ditempat ini petugas menemukan beberapa dokumen yang diduga palsu. (*)

Reporter: Wiji Guntoro
Editor: Linda Kusuma