Beranda Hukum Kriminal Kasus Dugaan Penipuan oleh Anggota DPRD Blitar Dihentikan, Warga Karangnongko Lapor ke...

Kasus Dugaan Penipuan oleh Anggota DPRD Blitar Dihentikan, Warga Karangnongko Lapor ke Polda Jatim

BERBAGI
warga Karangnongko menunjukkan alat bukti yang dibawa ke Polda Jawa Timur. (foto:ana alana)

AGTVnews.com – Tidak terima kasus dugaan penipuan yang dilakukan empat anggota DPRD Kabupaten dihentikan Polres Blitar Kota, warga Karangnongko Kabupaten Blitar melapor ke Polda Jawa Timur. Penghentian kasus ini karena dinilai tidak cukup bukti.

Menurut pelapor, Ahmadi warga Desa Karanganyar Timur, Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar ada sekitar 500 kepala keluarga (KK) yang memberikan uang untuk pengurusan sertifikat kepemilikan tanah.

“Total warga yang diminta uang sekitar 500 kepala keluarga (KK). Kalau luas tanahnya ya sekitar 223 hektar. Saat itu, warga yang mau menjadi donatur mengumpulkan uang. Ada yang Rp 2 juta dan yang mampu bisa mencapai Rp 25 juta,” kata Ahmadi, Rabu (18/3/2020).

Sementara itu, Kuasa Hukum Warga Perkebunan Karangnongko, Mohammad Ababilil Mujaddidyn menjelaskan, dalam laporan di Polda Jatim pihaknya sudah membawa dua alat bukti. Yakni keterangan saksi yang sudah dilegalisir, foto bukti pertemuan anggota dewan dengan warga, serta rekaman telepon.

| Baca Juga:  Tertipu Arisan Online Ratusan Juta, Tujuh Ibu Muda Lapor Polisi

“Total uang warga yang digelapkan hampir Rp 50 juta. Mereka dijanjikan akan dibantu pengurusan sertifikat hak milik tanah. Sementara yang tercatat, senilai Rp 335 juta,” terangnya.

Ditemui terpisah Wasis Kunto Atmojo salah satu anggota DPRD yang namanya ikut disebut dalam permasalahan ini , memberikan klarifikasi jika dirinya dan ke tiga rekannya adalah korban. Dia menegaskan tidak pernah menerima uang dari siapapun. Baik warga Perkebunan Karangnongko maupun panitia redistribusi.

“Saya tegaskan dan garis bawahi, saya dan ke tiga teman saya adalah korban. Saya tidak pernah menerima uang dari siapapun. Tidak ada bukti kwitansi penerimaan, foto penyerahan uang atau bukti kuat lain. Justru saya mengeluarkan uang pribadi karena dimintai tolong oleh salah satu oknum. Saya punya bukti transfer dan bukti kwitansinya,” tegas Wasis.

| Baca Juga:  Mengaku Wakapolda Jatim, Ternyata Ini Pekerjaan Pelaku Sehari-hari

Untuk diketahui, kejadian berawal pada tahun 2016 lalu. Saat keempat anggota dewan itu melakukan kunjungan kerja ke perkebunan Karangnongko.

Dalam pertemuan itu, satu diantara empat anggota dewan itu, menjanjikan akan membantu memperjuangkan pengurusan tanah yang ditempati warga menjadi sertifikat hak milik.

Anggota dewan ini datang bersama lima orang yang mengaku sebagai staf ahli Menteri Agraria (Sofyan Djalil). Hal ini membuat warga tambah yakin bahwa keempat anggota dewan itu bisa membantu mereka.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here