Beranda Hukum Kriminal Komplotan Biro Jasa Dokumen Aspal Dibekuk Polres Kediri

Komplotan Biro Jasa Dokumen Aspal Dibekuk Polres Kediri

BERBAGI
Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono menunjukkan barang bukti paspor asli yang diperoleh dari pemalsuan dokumen persyaratan. (foto: yusuf saputro)

AGTVnews.com – Komplotan pembuat dokumen kependudukan asli tapi palsu (aspal) dibekuk jajaran Satreskrim Polres Kediri. Kawanan yang terdiri dari 4 orang ini menjalankan aksinya dengan berkedok sebagai biro jasa.

Dalam press release di Mapolres Kediri, Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono mengungkapkan, para pelaku ini menyasar warga yang kesulitan mengurus dokumen kependudukan karena persyaratan yang tidak lengkap.

“Pelaku ini punya biro jasa pengurusan administrasi kependudukan. Ternyata dokumen yang dibutuhkan oleh orang yang pesan dibuat dengan cara memalsukan,” ungkapnya, Rabu (4/3/2020).

Empat anggota komplotan tersebut yakni, Harun Arrosyid (27 tahun), Suharto (51 tahun), Ilham Perdana Purra (24 tahun) dan Bambang yang masih dalam pencarian.

| Baca Juga:  Gelar Transaksi, Pengedar Narkoba Diamankan

Dijelaskan AKBP Lukman, pelaku menjalankan aksinya dengan berinteraksi di loket pelayanan umum administrasi kependudukan atau pelayanan paspor. Saat ada pemohon yang persyaratannya tidak lengkap lantas didekati.

“Misal ada pemohon paspor yang persyaratan Kartu Keluarga tidak ada. Pelaku ini bersedia menguruskan dengan imbalan Rp 500 ribu. Nah rupanya itu bukan diuruskan, namun dibuatkan dengan cara memalsukan,” beber Lukman.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah para pelaku, ditemukan sejumlah barang bukti berupa dokumen asli tapi palsu pesanan warga. Dokumen tersebut berupa paspor, kartu keluarga, dan akta kelahiran.

| Baca Juga:  Tertangkap Basah Mencuri, Maling Spare Part Dikepung di Dalam Toko

Selain itu, polisi juga menemukan puluhan stempel dari berbagai satuan pelayanan administrasi kependudukan di kabupaten/kota di Jawa Timur serta laptop dan printer untuk proses pemalsuan.

Berdasarkan pengakuan tersangka, aksi mereka ini sudah berjalan selama 8 tahun. Pemalsuan dokumen ini dilakukan di Perumahan Sukorejo Indah Blok 1 Nomor 2 Desa Sukorejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Para tersangka pemalsuan dijerat Pasal 96A UU RI No. 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan atau pasal 264 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan akta outhentik atau dokumen, dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara.(*)

Reporter: Yusuf Saputro
Editor: Linda Kusuma