Beranda Peristiwa Nekat Nongkrong, Petugas Gabungan Bubarkan Gerombolan Warga di Kediri

Nekat Nongkrong, Petugas Gabungan Bubarkan Gerombolan Warga di Kediri

BERBAGI
petugas membubarkan gerombolan warga yang asyik nongkrong . (foto: tim liputan)

AGTVnews.com – Petugas gabungan Kabupaten Kediri membubarkan gerombolan warga yang tengah nongkrong di sejumlah kafe dan tempat ngopi. Salah satunya warga yang asyik nongkrong di tempat olahraga di Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, Selasa (24/3/2020) malam.

Petugas gabungan  terdiri dari Polres Kediri, Kodim 0809/Kediri, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP Kabupaten Kediri. Pembubaran ini merupakan tindakan tegas petugas sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono mengatakan, patroli dilakukan untuk menindaklanjuti maklumat dari Kapolri mengenai pemutusan penyebaran COVID-19.

| Baca Juga:  Hujan Deras, Rumah Warga Tertimpa Tanah Longsor

“Ternyata masih banyak warga yang masih bergerombol. Seharusnya masyarakat mematuhi imbauan dari pemerintah untuk tidak bergerombol. Kami berikan imbauan sekaligus tindakan untuk kembali ke rumah masing-masing. Ini juga untuk kebaikan dan keamanan masyarakat sendiri,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, ada pasal yang mengatur bagi masyarakat yang tetap nekat bergerombol, namun untuk saat ini pihaknya masih mengedepankan tindakan preventif.

“Kalau tetap nekat bergerombol, akan disangkakan yakni Pasal 212 KUHP. Barangsiapa yang tidak mengindahkan petugas yang berwenang melaksanakan tugas untuk kepentingan bangsa dan negara, mendapat sanksi dipidana. Selain itu, kepolisian juga menyangkakan kepada masyarakat Pasal 216 dan Pasal 218 KUHP,” pungkasnya.

| Baca Juga:  Galian C Plosoklaten Semakin Merajalela

Kapolres menegaskan, patroli akan terus dilakukan selama 30 hari, dimulai pada 19 Maret lalu.

“Patroli akan terus dilakukan. Polri saat ini telah menetapkan pelaksanaan Operasi Aman Nusa Dua. Operasi ini dilakukan ditiap daerah di Indonesia selama 30 hari, yang diawali pada 19 Maret lalu. (*)

Reporter: Tim Liputan 
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here