Beranda Olahraga Persik Tak Raih Poin Penuh, Strategi Joko Susilo Terkendala Rumput Stadion Brawijaya

Persik Tak Raih Poin Penuh, Strategi Joko Susilo Terkendala Rumput Stadion Brawijaya

BERBAGI
verifikasi Stadion Brawijaya markas Persik Kediri oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB). Kondisi rumput dikeluhkan pemain dan pelatih Liga 1 karena kondisinya disebut banyak lubang terkamuflase rumput tebal. (foto: yusuf saputro)

AGTVnews.com – Persik Kediri gagal memetik poin penuh saat menjamu Bhayangkara FC di pekan kedua Liga 1 kemarin, Jumat (6/3/2020). Berbagi poin harus diterima Macan Putih dengan skor akhir 1-1.

Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo mengaku sedikit kecewa dengan hasil tersebut. Joko mengaku dirinya tidak bisa berbuat banyak karena banyak skenario yang tidak bisa berjalan saat pertandingan.

Salah satu yang dikeluhkan coach Joko ‘Gethuk’ adalah kondisi lapangan Stadion Brawijaya. Permainan sepak bola modern sentuhan kaki ke kaki yang diharapkan dapat menjadi gebrakan, tidak bisa berjalan sempurna.

| Baca Juga:  Persik Kediri Tambah Porsi Latihan Siang Hari

“Permainan cepat kaki ke kaki sangat berat dijalankan. Banyak kendala sehingga kita ubah ke permainan klasik bola-bola lambung,” ungkap Joko, dalam sesi konferensi pers usai pertandingan melawan Bhayangkara FC.

Kegagalan memetik poin penuh, dikatakan Joko, bukan semata-mata kondisi lapangan. “Ada pemain cedera sehingga harus diganti. Ini harus diakui sangat berpengaruh pada pertandingan,” jelasnya.

Kondisi lapangan Stadion Brawijaya yang kurang bagus ini juga diamini pemain Persik Kediri, Dany Saputra. Saat ditanya wartawan mengenai kendala yang dihadapi, pemain nomor punggung 3 ini mengakui kondisi rumput Stadion Brawijaya tidak seperti yang terlihat.

| Baca Juga:  Uji Coba Pemain Cadangan, Persik lawan Nganjuk United

Secara fisik, rumput memang terlihat bagus namun terlalu tebal. Belum lagi banyak lubang yang tertutup rumput subur namun saat diinjak malah bikin tergelincir.

“Berat untuk dibuat permainan bawah kaki ke kaki. Banyak lubang di lapangan, kalau diinjak malah tergelincir,” aku Dany.

Kondisi lapangan yang kurang bagus ini juga sempat dikeluhkan pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster. Bahkan pelatih asal Irlandia ini mengaku heran kenapa Stadion Brawijaya bisa lolos verifikasi Liga 1.(*)

Reporter: Yusuf Saputro
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here