Beranda Peristiwa Nekat Masuk Wilayah Tulungagung, Sebuah Mobil Travel dan Penumpangnya Diamankan Satgas Covid

Nekat Masuk Wilayah Tulungagung, Sebuah Mobil Travel dan Penumpangnya Diamankan Satgas Covid

BERBAGI
penumpang travel yang baru masuk ke wilayah Tulungagung disemprot desinfektan. (foto: maman fadilah)

AGTVnews.com – Sebuah mobil travel yang nekat masuk ke wilayah Tulungagung diamnakan tim tugas gugus Covid-19 Tulungagung, Jumat (3/4/2020) malam.

Mobil travel berisi 5 penumpang ini diketahui melintasi perbatasan Kediri-Tulungagung. Sesuai dengan protokol kesehatan yang ada, kelima penumpang diminta untuk keluar menunjukkan identitas mereka. Setelahnya mereka disemprot disinfektan begitu juga dengan kendaraan mereka.

Petugas Satgas Covid-19 Tulungagung, Yumar mengatakan, berdasarkan data 5 orang tersebut terdiri dari seorang sopir warga Kabupaten Jember, 2 orang warga Blitar yang baru saja pulang dari Malaysia dan 2 orang Tulungagung yang mengaku pulang dari Kalimantan.

“Ada 4 orang penumpang, yang TKI nya 2 orang dari Malaysia dan 2 lainnya ngakunya dari Kalimantan dan satunya lagi sopirnya. Yang punya pasport hanya 1 orang, lainya ngaku dari Malaysia,” jelasnya, Sabtu (4/4/2020).

| Baca Juga:  Penemuan Benda Mirip Bom di Kali Brantas Tidak Hanya Sekali Ini

Setelah disterilkan, kelima orang tersebut diamankan di Kantor Disnakertrans Tulungagung untuk dimintai keterangan dan diperiksa kesehatannya oleh tim medis.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui semuanya dipastikan sehat dan tidak memiliki gejala klinis terinfeksi Corona. Tiga orang dipersilahkan melanjutkan perjalanan ke Blitar, sedangkan 2 orang asal Tulungagung dijemput oleh pihak kecamatan.

Ditambahkan Yumar, 2 orang asal Tulungagung ini harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di rumah mereka masing-masing, sesuai dengan protokol kesehatan selama pandemi Corona berlangsung.

“Pertama datang langsung diisolasi di Kantor Nakertrans, tapi sekarang semua sudah kembali pulang. Yang dari Tulungagung sudah dijemput camat dan kadesnya,” ungkapnya.

| Baca Juga:  Jelang Natal dan Tahun Baru, Komoditas Sembako Alami Kenaikan

Yumar mengungkapkan, saat ini bandara Juanda sudah tidak melayani penerbangan dari negara lain hingga 6 April. Dengan kondisi ini pihaknya memprediksi bakal banyak TKI dari berbagai daerah termasuk Tulungagung memilih jalur darat untuk kembali ke daerahnya masing-masing.

“Kondisi ini bisa fatal, karena pemeriksaan kepada TKI dari otoritas masing-masing negara akan semakin longgar. Oleh sebab itu penyekatan di perbatasan menjadi pilihan utama untuk mengantisipasi hal ini,” pungkasnya. (*)

Reporter : Maman Fadila
Editor: Linda Kusuma