Beranda Ekonomi Bisnis Pengrajin Tenun Ikat Kota Kediri Bangkitkan Ekonomi dengan Membuat Masker

Pengrajin Tenun Ikat Kota Kediri Bangkitkan Ekonomi dengan Membuat Masker

BERBAGI
Pengrajin tenun ikat khas Kota Kediri dapat kembali bergerak ekonominya setelah mendapat pesanan masker dari Pemkot Kediri. Ikon UKM Kota Kediri ini kembali bergeliat. (foto: istimewa)

AGTVnews.com – Tenun ikat merupakan kerajinan andalan Kota Kediri. Di tengah pandemi Covid-19, usaha ini pun mulai goyah. Tak ingin ikon UKM Kota Kediri ini terpuruk, Pemerintah Kota Kediri pun mengambil langkah cepat.

Pemkot Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian memesan masker berbahan kain tenun ikat. Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung, yakni 8000 buah.

Masker kain tenun ini aman dan eksentrik saat digunakan. Masker dibuat 2 lapis dengan bagian dalam bisa disisipi kertas tisu.

“Harapan kita dengan kegiatan ini yang bisa kita gerakkan bukan hanya ekonomi penenun, tetapi juga para tukang jahit dan toko-toko penyedia aksesorisnya seperti toko karet, benang, dan kain tlisir. Dengan demikian juga akan ada efek daya beli masyarakat yang tetap terjaga,” kata Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, Nur Muhyar.

Masker kain tenun ini aman dan eksentrik saat digunakan. Masker dibuat 2 lapis dengan bagian dalam bisa disisipi kertas tisu. (foto: istimewa)

Salah satu penjahit yang mengerjakan pesanan ini adalah Rizki Tailor. Seminggu terakhir, penjahit di Kelurahan Bandar Kidul Kecamatan Mojoroto ini harus mengejar target produksi. Sebanyak 12 penjahit dikerahkan. Penjahit yang mulai sepi order, kini bergerak kembali.

| Baca Juga:  Lampu Stadion Brawijaya Tidak Lolos Verifikasi Liga 1

“Sudah tiga minggu ini orderan sepi. Malah yang sudah order pun belum diambil, jadinya ya belum dibayar. Untunglah ada pesanan masker ini,” kata Samsul Hadi, salah satu penjahit di Rizki Taylor yang sudah 30 tahun menjadi penjahit.

Kreasi Ditengah Himpitan

Salah satu pengusaha tenun ikat khas Kota Kediri, Siti Ruqoyah, mengakui sempat terpukul wabah Corona ini. Dia harus memutar otak untuk bisa tetap menggaji penenunnya.

Ia pun coba membuat beberapa lembar masker dari kain sisa. Kemudian, masker ini dilihat oleh Nur Muhyar dan selanjutnya dibawa ke Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar.

Respon positif ditunjukkan Mas Abu dengan memesan 8000 lembar masker tenun ikat kediri untuk dibagikan ke warga. Bukan hanya membagikan masker yang berguna untuk mencegah penyebaran Virus Corona, namun juga turut menggerakkan perekonomian yang sempat berhenti.

“Sudah tiga minggu ini tidak ada pembeli sama sekali. Sementara saya harus terus mempertahankan mereka untuk tetap berproduksi agar tetap bisa makan,” kata Ruqoyah.

| Baca Juga:  Buntut Kerusuhan Antar Suporter, Persik Kediri Kembali Didenda Komdis PSSI

Ia mengerluarkan uang minimal Rp 20 juta/minggu untuk menggaji penenun. Jumlah itu biasanya bisa tertutup dengan hasil penjualan kain tenun. Namun ketika tak ada pembeli, ia terpaksa mengambil tabungan yang mulai tandas.

Dengan pesanan masker ini, 200 lembar tenun ikat/hari bisa terjual untuk dibuat masker sehingga ekonomi berputar. Tak hanya Ruqoyah, penenun lain pun bisa memasok tenunnya melalui KUB (Kelompok Usaha Bersama) sehingga produksi masih terus berjalan.

Setelah Pemkot memesan, berbagai pesanan pun datang dari berbagai instansi dan jumlahnya pun ribuan. Selain para pembeli personal atau eceran. Ruqoyah mematok harga Rp 7.500,-/lembar bila membeli minimal 10 lembar dan Rp 8.000,-/lembar untuk eceran.

Memberi pancing bukan ikan, merupakan fokus dari Pemkot Kediri untuk terus memutar perekonomian masyarakat Kota Kediri dalam pandemi Covid-19.(*)

Editor: Yusuf Saputro