Beranda Ekonomi Bisnis Tak Ada Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Penjual Bunga di Blitar Sepi Pembeli

Tak Ada Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Penjual Bunga di Blitar Sepi Pembeli

BERBAGI
penjual bunga di pasar Legi Kota Blitar sepi pembeli, sejak diberlakukan larangan ziarah makam. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Ziarah kubur jelang Ramadan merupakan tradisi sebagian masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Namun dengan adanya pandemi Covid-19 yang belum mereda Kementerian Agama (Kemenag) meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan ini terlebih dahulu.

Kondisi ini berdampak pada sejumlah pedagang bunga di Kota Blitar. Mereka mengeluhkan sepi pembeli. Padahal biasanya jelang Ramadan seperti saat ini dagangan mereka laris manis diserbu peziarah.

Salah satu pedagang bunga di Pasar Legi Kota Blitar, Siti Komariah mengatakan, suasana jelang Ramadan tahun ini sangat jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

| Baca Juga:  Kota Blitar Bertambah 1 Positif Corona Warga Malaysia Klaster Temboro

Biasanya saat seperti ini, dia bisa menghasilkan Rp 500.000 hingga Rp 750.000 dalam sehari. Namun saat ini, karena banyak yang enggan keluar rumah dia hanya mampu menghasilkan Rp 100.000 saja dalam sehari.

“Kemarin sampai sore hanya dapat seratus ribu,” kata Siti Komariah, Rabu (22/4/2020).

Siti menambahkan, bahkan untuk mengembalikan modal saja tidak cukup karena sepinya peminat. Kebanyakan para penjual merugi karena tidak ada pembeli.

“Peziarah juga tidak seperti puasa sebelumnya. Biasanya yang mudik juga banyak yang beli. Sekarang ini kan tidak ada pemudik,” imbuhnya.

| Baca Juga:  TKW Hongkong Mudik Bikin Heboh Rumah Sakit di Blitar

Sementara Hamid, salah satu pembeli mengungkapkan meski di tengah wabah Corona, ia tetap menjalankan tradisi ziarah. Namun dirinya tidak mengajak serta keluarganya melainkan ziarah seorang diri.

“Ziarah ini kan sudah jadi tradisi, jadi saya tetap mau ziarah ke makam. Namun memang saya tidak mengajak keluarga saya hanya sendirian beli bunganya juga tidak banyak,” ujar Hamid.(*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma