Beranda Pemerintahan Walikota Kediri Apresiasi Dinsos dan Bank Jatim Lembur Kebut Kartu Sahabat

Walikota Kediri Apresiasi Dinsos dan Bank Jatim Lembur Kebut Kartu Sahabat

BERBAGI
karyawan Bank jatim dan Dinsos Kota Kediri mengebut pembuatan kartu Sahabat untuk segera didistribusikan. (foto: istimewa)

AGTVnews.com – Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar memberikan apresiasinya terhadap karyawan dari kantor Dinas Sosial Kota Kediri dan karyawan Bank Jatim Kota Kediri.

Betapa tidak, mereka inilah yang harus menyortir nomor identitas dan database warga untuk dicetak di dalam kartu sahabat. Pemerintah Kota Kediri membuat Kartu Sahabat (Santunan Hadapi Bencana Tunai), bagi warga yang terdampak adanya pandemi corona.

Cetakan kartu sahabat ini satu dengan lain berbeda dan harus dicetak masing-masing. Hal ini karena setiap desain kartu Sahabat tidak sama.

“Saya mengapreasi dedikasi teman-teman Dinsos dan Bank Jatim yang rela malam minggunya diganti dengan lembur mengerjakan pencetakan Kartu Sahabat. Ini semua karena saya sudah berjanji seminggu ke depan distribusi harus diselesaikan” kata Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Minggu (26/4/2020).

| Baca Juga:  Walikota Kediri Dukung Portal Kampung Selama Lebaran

Jumlah kartu yang disiapkan sebanyak 23.840 buah. Kartu ini untuk keluarga yang terdampak Corona di Kota Kediri. Bukan hanya pencetakannya yang butuh waktu.

Namun menyortir data agar tidak tumpang tindih dengan warga yang sudah masuk database penerima Program Keluarga Harapan dan BLT dari pemerintah pusat juga tidak mudah, semuanya harus dilakukan verifikasi berjenjang.

“Kami memilih Bank Jatim sebagai bank yang bekerjasama untuk bantuan ini, karena sistemnya mudah, memakai virtual account , jadi kita tidak perlu keluar biaya administrasi,” tambah Mas Abu.

| Baca Juga:  Launching QRIS, Walikota Kediri Berharap Ekonomi Lebih Berkembang

Pendataan warga penerima kartu sahabat ini sebenarnya dimulai dari bawah, dari kelurahan-kelurahan. “Nantinya jika ada keluarga yang masuk kategori dan belum dapat Kartu Sahabat pada tahap pertama ini akan kami masukkan ke tahap kedua,”pungkas mas Abu.

Reporter : Yusuf Saputro
Editor : Linda Kusuma