Beranda Kesehatan 1 Karyawan Positif Corona, Pabrik Rokok di Tulungagung Tetap Beroperasi

1 Karyawan Positif Corona, Pabrik Rokok di Tulungagung Tetap Beroperasi

BERBAGI
1 karyawan positif corona pabrik roko di Tulungagung ini tetap beroperasi. (foto:maman firmansyah)

AGTVnews.com – Pabrik Rokok Trubus di Kecamatan pakel Kabupaten Tulungagung tetap beroperasi meski 1 karyawannya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Memastikan apakah pabrik rokok tersebut menjalankan protokol kesehatan dengan benar, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGPP) Covid-19 Tulungagung melakukan pemeriksaan penerapan protokol kesehatan, Kamis (28/5/2020)

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia yang memimpin tim mengatakan, secara umum perusahaan telah menerapkan protokol kesehatan sejak pertama masuk hingga di dalam lokasi kerja.

Pihaknya juga memastikan penerapan physical distancing selama karyawan bekerja di dalam perusahaan.

“Karyawan yang datang langsung dilakukan pemeriksaan suhu tubuh kemudian untuk kendaraan juga disemprot desinfektan, dan pelaksanaanya cukup bagus,” jelas Kapolres.

| Baca Juga:  Warga Blitar Gelar Kenduri Tolak Balak Corona di Tengah Jalan

Sementara itu Direktur PR Trubus, Purwanto mengatakan perusahaan telah menetapkan protokol kesehatan secara ketat. karyawan yang masuk akan diperiksa suhu tubuh, kendaraan disemprot desinfektan serta mencuci tangan dengan sabun.

“Selama bekerja, karyawan wajib memakai masker. Selain itu karyawan juga harus menjalani rapid test. Jika hasilnya negatif, mereka diperbolehkan bekerja,” ucapnya.

Total karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut ada 127 orang. Namun yang aktif merupakan warga Tulungagung sejumlah 80 orang. Sisanya merupakan warga kabupaten dan Kota Kediri saat ini masih belum bekerja seperti biasanya.

| Baca Juga:  Pulang Dari Malang Mahasiswa Asal Blitar Meninggal dengan Status PDP

“Ini warga lokal semua yang bekerja jadi tidak ada yang dari luar kota,” tegasnya.

Selama pandemi corona, omzet penjualan pabrik rokok menurun 40%. Bila biasanya mampu menjual 100 bal per hari, kini paling hanya bisa menjualnya 60 bal rokok saja.

“Meski turun kita tetap menggandeng toko-toko outlet penjual produk rokok ini. Meski pembayarannya saat ini tidal lagi tunai namun dicicil setelah barang laku,” pungkasnya. (*)

Reporter : Maman Firmansyah
Editor : Linda Kusuma