Beranda Hukum Kriminal Bejat, Buruh Bangunan di Kediri Cabuli Bocah Tetangga Yang Lagi Tidur

Bejat, Buruh Bangunan di Kediri Cabuli Bocah Tetangga Yang Lagi Tidur

BERBAGI
gambar ilustrasi

AGTVnews.com – Seorang buruh bangunan, Wahyu Triyono (39 tahun) diamankan Satreskrim Polres Kediri Kota. Warga Kelurahan Campurejo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri ini dilaporkan telah melakukan pencabulan terhadap seorang bocah perempuan yang masih tetangganya.

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota, AKP Kamsudi mengatakan, kejadian pencabulan ini dilakukan pelaku saat korban tertidur di depan ruang televisi di rumahnya. Melihat bocah tersebut tidur pulas, tiba-tiba pelaku dibangunkan dan disandarkan ke tembok. Kemudian dicabuli oleh pelaku.

“Pelaku ini masuk kedalam rumah korban. Karena tetangga, jadi pelaku sudah biasa. melihat korban tertidur kemudian dibangunkan dan langsung disandarkan ke tembok. Pelaku ini sempat memanggil nama bocah tersebut agar terbangun,” jelas AKP Kamsudi, Rabu (20/5/2020).

| Baca Juga:  Karyawati Gudang Garam Tewas Terlindas Truk

Ditambahkan Kamsudi, pelaku kemudian langsung memegang kemaluan korban dengan posisi korban setengah sadar dan terduduk. Pelaku juga nekat memasukkan jarinya ke kemaluan korban.

“Diduga terkejut, korban langsung berteriak. Melihat itu pelaku langsung membekap mulut korban dan minta untuk tidak memberitahu orang lain. Karena ketakutan bocah tersebut terdiam, dan pelaku meneruskan aksi bejatnya,” imbuhnya.

Mendengar ada suara teriakan, nenek bocah yang ada di kamar kemudian keluar dan menangkap basah aksi pelaku. Kejadian ini langsung dilaporkan ke Polres Kediri Kota.

| Baca Juga:  Miris, Bocah 5 Tahun di Blitar Jadi Korban Kekerasan Seksual Tetangganya

“Pelaku saat ini diamankan di tahanan Mapores Kediri Kota untuk penyidikan lebih lanjut,”pungkas Kamsudi.

Buruh bangunan ini dijerat pasal 82 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumnya diatas 5 tahun penjara. (*)

Reporter : tim liputan
Editor : Linda Kusuma