Beranda Wisata Hiburan Candi Sawentar Blitar Tempat Hayamwuruk Melepas Penat

Candi Sawentar Blitar Tempat Hayamwuruk Melepas Penat

BERBAGI
candi Sawentar Blitar yang asri seolah berada di tengah kolam. (foto: instagram)

AGTVnews.com – Candi Sawentar merupakan bangunan kuno yang diperkirakan peninggalan kerajaan Majapahit. Bangunan ini berada di Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Tidak susah untuk bisa menemukan candi ini.

Lokasi candi memang berada di pedesaan, tidak ada angkutan umum yang melintas. Namun di jalan utama merupakan jalur provinsi Blitar-Malang.

Candi Sawentar dikenal dengan tempatnya yang subur dan menenangkan. Bahkan konon raja besar Majapahit, Hayamwuruk menjadikan tempat ini sebagai persinggahan untuk melepas penat.

Jika dilihat dari kejauhan, candi Sawentar seolah berada di dalam sebuah kolam. Ini karena memang sebelumnya, candi ini terkubur tanah vulkanik gunung kelud. Tanah asli pada saat candi ini dibangun adalah tanah yang berada di bawah selasar batur/kaki candi, bukan tanah yang menjadi pijakan rumah penduduk sekitar.

| simak video berita terkait:

Struktur dan Sejarah Candi Sawentar

Candi Sawentar mencirikan bangunan candi di Jawa Timur. Bangunan terbuat dari batu andesit ini memiliki bentuk ramping dengan atap yang menjulang tinggi dan berlapis-lapis. Candi Sawentar ini memiliki persamaan arsitektur serta ornamen dengan bangunan candi jaman kerajaan Singosari yakni candi Kidal.

Persamaan yang dimiliki yakni bagian candi yang berupa kaki-tubuh-atap candi. Selain itu adanya ruangan candi yang dapat dimasuki dari satu pintu yang biasanya ada di sisi barat. Dengan adanya persamaan ini menjadi sebuah misteri, apakah candi ini dibuat pada masa Singasari ataukah Majapahit.

| Baca Juga:  APBD 2018 Kabupaten Blitar Tidak Anggarkan Infrastruktur Rusak
bangunan candi ramping dan menjulang, mencirikan bangunan candi di Jawa Timur. (sumber instagram)

Candi Sawentar memiliki ukuran panjang 9,53 m, lebar 6,86 m dan tingginya 10,65 m. Pintu masuk menuju bilik berada di sebelah barat, dengan ornamen makara pada pipi tangga. Sedangkan relung-relungnya terdapat pada setiap dinding luar tubuh candi.

Di dalam bilik ini terlihat adanya reruntuhan arca dengan pahatan burung garuda. Burung garuda dikenal sebagai kendaraan Dewa Wisnu. Dengan adanya reruntuhan arca ini bisa diketahui jika Candi Sawentar merupakan bangunan suci yang berlatar belakang agama Hindu.

| simak video berita terkait:

Sementara itu, diatas penutup cungkup di dalam bilik candi terdapat relief Surya Majapahit. Surya Majapahit merupakan lambang dari kerajaan Majapahit. Di setiap bangunan suci milik kerajaan terdapat lambang ini.

Tubuh candi berdiri di atas batur seluas 7 X 7 m2, dengan tinggi sekitar 1,5 m. Tinggi candi sampai ke puncaknya mencapai 10,65 m. Tubuh candi lebih kecil bila dibandingkan dengan kakinya.

Pada ambang pintu maupun relung tidak terdapat hiasan kepala Kala. Kedua relung dalam keadaan kosong tanpa arca. Pada dinding luar tubuh candi, di sisi utara dan selatan juga terdapat relung. Relung ini digunakan sebagai tempat meletakkan arca, namun saat ini dalam keadaan kosong.

hiasan kepala kala pada bagian relung tubuh candi. (sumber :instagram)

Diatas ambang relung-relung ini justru dihiasi pahatan kepala Kala lengkap dengan rahang bawah. Mungkin bagian ini sebagai penjaga sebelum masuk ke ruang bilik suci.

| Baca Juga:  Atraksi Tong Edan, Pertunjukan Maut Khas Pasar Malam

Candi Sawentar Tempat Persinggahan Raja Hayamwuruk

Kisah Raja Hayamwuruk menjadikan Candi Sawentar sebagai tempat persinggahan terpetik dalam kitab Negarakertagama. Disebutkan jika Raja Hayamwuruk ditengah kegelisahannya mengunjungi tempat yang indah untuk menghibur hati. Tempat ini adalah Lawang Wentar Balitar dan Jimbe.

Lawang wentar identik dengan Sawentar, dengan demikian Candi ini diduga kuat sebagai tempat berlibur Hayamwuruk ditengah kegundahan hatinya. Selain juga untuk berziarah.

Fungsi Candi Sawentar

Dalam sebuah kalimat yang tertuang pada Kitab Pararaton pada tahun 1613 M disebutkan:

Baginda di paguhan wafat di Canggu, dicandikan di Sabyantara. Baginda Hyang wafat dicandikan di Puri, Baginda di Jagaraga wafat, Seri ratu di Kabalan wafat, dijadikan menjadi satu di Sumêngka. Seri ratu di Padjang wafat, dicandikan menjadi satu di Sabyantara…

Dari kalimat Sabyantara ini menjadi bukti kuat mengenai fungsi dari Candi Sawentar. Sabyantara merupakan sebuah pendharmaan dari Bhre Paguhan.

candi Sawentar menjadi tempat persinggahan Hayamwuruk untuk mengurai gundah hati dan kepenatannya. (sumber : instagram)

Dengan adanya tulisan dalam kitab tersebut, menunjukkan jika memang Candi Sawentar adalah sebuah bangunan suci untuk pendarmaan seorang Raja. Hayamwuruk pun melakukan ziarah di bangunan ini untuk mengenang pendahulunya sekaligus untuk mengurai kegundahannya.(*)

 

-Sejarah bukan hanya untuk dikenang, namun sebagai satu pembelajaran untuk masa depan-

Editor : Linda Kusuma