Beranda Peristiwa Kota Kediri Waspadai Klaster Baru Pabrik Rokok Tulungagung

Kota Kediri Waspadai Klaster Baru Pabrik Rokok Tulungagung

BERBAGI
petugas gugus Covid-19 Tulungagung melakukan rapid tes terhadap karyawan pabrik rokok di Dusun Edungdowo Desa Gesikan Kec. Pakel Kab. Tulungagung. (foto;tim liputan)

AGTVnews.com – Kota Kediri mewaspadai adanya klaster baru persebaran Covid-19 di wilayahnya. Klaster ini muncul setelah adanya hasil rapid test yang dilakukan terhadap ratusan karyawan pabrik rokok di Tulungagung.

Rapid test dilakukan terhadap 146 karyawan dan 17 diantaranya menunjukkan reaktif. Dari data yang reaktif ini, 5 diantaranya merupakan warga Kota Kediri.

Menanggapi hal ini, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan akan melakukan tes swab kepada warganya yang reaktif terhadap rapid tes tersebut.

“Kita sudah mendapatkan informasi dari Dinas Kesehatan Tulungagung, terkait warga Kota Kediri yang hasil rapid tes nya positif. Dari hasil itu kita akan lakukan swab tes. Hasil swab dikirim ke Surabaya,” ucap walikota melalui video yang dibagikannya, Minggu (3/5/2020).

| Baca Juga:  Peringati Hari Ibu, Bunda Fey Ajak Introspeksi

Swab tes dilakukan untuk benar-benar memastikan, apakah warga Kota Kediri tersebut benar-benar terpapar covid-19 atau tidak.

“Mohon dimengerti, meski positif dari rapid tes belum tentu hasilnya positif Covid-19. Untuk memastikan itu kita harus lakukan swab tes,” tegasnya.

Walikota meminta untuk warga yang ada di Kecamatan Pesantren dan Kecamatan Kota untuk lebih waspada. Karyawan pabrik rokok yang positif dari rapid tes tercatat berasal dari dua kecamatan tersebut.

“Lima warga Kota Kediri ini berasal dari dua kecamatan. Yakni dari Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Kota 1 warga. Kemudian dari Kelurahan Blabak 1 warga, Kelurahan Pesantren 1 orang, Kelurahan Jamsaren 2 orang. Ini dari Kecamatan Pesantren. Hati-hati dan tetap waspada,” pesannya.

| Baca Juga:  TPID Kota Kediri Terima Kunker TPID Musi Rawas

Sebelumnya, sebuah pabrik rokok di Tulungagung melakukan rapid tes terhadap beberapa karyawannya. Dari 146 karyawan, 17 diantaranya menunjukkan reaktif. Saat ini karyawan yang positif dari hasil rapid tes sudah menjalani isolasi mandiri di rusunawa IAIN Tulungagung. (*)

Reporter : Yusuf Saputro
Editor : Linda Kusuma