Beranda Hukum Kriminal Mengaku Kelahiran Kalimantan, WN Bangladesh Ajukan Paspor di Kantor Imigrasi Blitar

Mengaku Kelahiran Kalimantan, WN Bangladesh Ajukan Paspor di Kantor Imigrasi Blitar

BERBAGI
Milon Hossain (42 tahun) pria warga negara Bangladesh kelabuhi petugas imigrasi Blitar dengan mengaku kelahiran Kalimantan. (foto:ana alana)

AGTVnews.com – Aksi Milon Hossain (42 tahun) pria warga negara Bangladesh ini terbilang nekat. Milon mengelabuhi petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar dengan mengaku sebagai warga negara Indonesia. Milon mengaku  kelahiran Samarinda Kalimantan Timur.

Saat mengajukan permohonan paspor, Milon didampingi istrinya yang seorang Warga Negara Indonesia (WNI). Dia juga melampirkan dokumen berupa KTP, KK, Akta Kelahiran dan Buku Nikah dengan keterangan identitas bernama Muhammad Main Uddin.

Denny Irawan Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar mengatakan, Milon datang ke kantor imigrasi pada 12 Februari 2020 lalu. Pada saat dilakukan proses pengambilan foto dan sidik jari biometrik serta wawancara petugas sudah curiga jika Milon bukanlan WNI.

Kecurigaan ini semakin menguat  karena  Milon tidak dapat menjelaskan secara rinci mengenai asal usul, riwayat hidup dan riwayat sekolahnya di Indonesia.

| Baca Juga:  Imigrasi Kediri Pindah Kantor Dekati Bandara

“Selain itu logat dan aksen bicaranya tidak seperti masyarakat Indonesia pada umumnya,” terang Deny, Kamis (7/5/2020).

Atas kecurigaan tersebut, petugas wawancara kemudian melaporkan kepada atasan dan tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Mereka kemudian melakukan pemeriksaan secara mendalam kepada yang bersangkutan dan isterinya.

“Dari keterangan yang kami peroleh, yang bersangkutan mencoba melakukan permohonan paspor RI di Kanim Kelas II Blitar dengan tujuan supaya bisa kembali ke Malaysia. Sebelumnya dia masuk ke Indonesia tidak melalui pemeriksaan pejabat imigrasi, melainkan melalui pelabuhan tidak resmi di Batam,” terang Deny.

Nikah Siri dengan WNI Selama Belasan Tahun

Milon diketahui tidak memiliki paspor dan dokumen keimigrasian sebelumnya. Namun diketahui ia telah menikah secara siri selama 13 tahun dengan seorang WNI. Sebulan yang lalu mereka juga mendaftarkan pernikahannya di KUA Kecamatan Wlingi. “Dia tinggal di Wlingi sejak Januari 2020,” imbuhnya.

| Baca Juga:  Imigrasi Kediri Batalkan Paspor dari Dokumen Aspal

Saat ini tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar telah mendapatkan surat P21 atau surat pemberitahuan hasil penyidikan Nomor B.508/M.5.22/Euh 1/04/2020 tertanggal 9 April 2020. Setelah itu pada 5 Mei 2020 telah dilakukan tahap 2 atau pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejari Blitar secara online.

Tersangka melanggar Pasal 126 huruf c UU No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian, yakni memberikan data yang tidak sah atau keterangan yang tidak benar untuk memperoleh Dokumen Perjalanan Republik Indonesia bagi dirinya sendiri atau orang lain. Tersangka terancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500 juta. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma