Beranda Hukum Kriminal Polisi Pastikan Korban Tewas Akibat Pesta Miras di Blitar 2 Orang, Lainnya...

Polisi Pastikan Korban Tewas Akibat Pesta Miras di Blitar 2 Orang, Lainnya Masih Didalami

BERBAGI
polisi pastikan 2 korban tewas akibat miras masih 2 orang, lainnya perlu pendalaman. (foto:ana alana)

AGTVnews.com – Polisi mengkonfirmasi korban tewas akibat pesta miras di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar berjumlah 2 orang. Kedua korban meninggal Selasa (5/5/2020) di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Jenazahnya kemudian di otopsi oleh petugas dari rumah sakit Bhayangkara Kediri, Rabu (6/5/2020).

“Korban meninggal dunia sebanyak dua orang. Keduanya sudah jelas meninggal karena miras,” ungkap Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, Rabu (6/5/2020).

Fanani menjelaskan, untuk korban lain pihaknya belum bisa memastikan apakah meninggal karena miras atau ada penyebab lain.

| Baca Juga:  Ibu Rumah Tangga Posting Isu Penculikan Anak, Polisi : Itu Hoaks, Pemilik Akun Sudah Dipanggil

“Sesuai keterangan masyarakat yang jelas dua. Yang meninggal sebelum kedua orang ini ada lima namun masih kita dalami apakah benar mereka juga meninggal karena miras atau ada penyebab lain,” imbuhnya.

Untuk memastikan penyebab kematian dalam waktu dekat pihaknya juga akan segera melakukan otopsi terhadap para korban meninggal yang sudah dimakamkan. “Iya tentu akan kita lakukan otopsi terhadap yang sudah dimakamkan untuk memperjelas,” terangnya.

Keterangan Kapolres Blitar ini sekaligus mengkonfirmasi berita sebelumnya yang menyatakan korban meninggal dunia akibat miras di Kecamatan Kademangan berjumlah 8 orang.

| Baca Juga:  Blusukan ke Pasar Tradisional, Polisi di Blitar Pantau Harga Barang Jelang Lebaran

Informasi ini beredar setelah para korban meninggal diketahui juga pernah membeli miras di rumah seorang warga Desa Plosorejo bernama Lengkong yang saat ini telah diamankan polisi.

Selain korban meninggal menurut pihak kepolisian saat ini juga masih ada satu orang yang kondisinya kritis dirawat di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma