Beranda Hukum Kriminal Residivis Pencurian Rumah Kosong di Tulungagung Ditembak di Blitar

Residivis Pencurian Rumah Kosong di Tulungagung Ditembak di Blitar

BERBAGI
kedua pelaku pencurian ditembak oleh petugas saat berupaya untuk kabur. (foto:maman firmansyah)

AGTVnews.com – Dua residivis pelaku pencurian rumah kosong yang sering beraksi di wilayah Tulungagung dan Blitar berhasil diamankan di wilayah Blitar.

Kedua pelaku yakni Sanana (26 tahun) warga kelurahan Sananwetan kota Blitar, dan Siswanto (30 tahun) warga Desa Maliran kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, Sanana merupakan residivis pencurian dengan pemberatan yang beraksi di 2 TKP di wilayah hukum Polres Blitar, dan 1 kali terlibat penggelapan di Tulungagung. Sedangkan Siswanto merupakan pelaku tindakan pencabulan di wilayah Blitar.

“Kedua pelaku ini diketahui terakhir kali beraksi dirumah Marlan (55 tahun), warga Dusun Kalianyar desa Ngunggahan kecamatan Bandung Tulungagung. Korban merupakan pengusaha ayam goreng di wilayah Trenggalek. Rumahnya sering kosong pada siang hari,” jelas Kapolres, Rabu (27/5/2020).

| Baca Juga:  Dinyatakan Tak Bersalah, Pecinta Hewan Tetap Minta Peminum Ciu Kucing Dihukum

Ditambahkan Pandia, modus yang digunakan pelaku adalah memanfaatkan kondisi rumah yang kosong. Pelaku beraksi dengan melepas kaca nako jendela menggunakan tang. Kemudian pelaku lain masuk ke dalam dan membuka pintu rumah.

“Begitu dirasa kondisi aman, keduanya masuk ke dalam rumah dan menguras harta benda milik korban. Pelaku menilap uang tunai sebanyak Rp 38 juta, sejumlah perhiasan, gelang dan cincin serta handphone dengan total kerugian yang diderita korban mencapai Rp 60 juta,” imbuhnya.

Kasus pencurian ini terungkap dari keterangan saksi dan bukti di lapangan. “Kita amankan di wilayah Blitar, keduanya langsung kita lumpuhkan dengan tindakan tegas terukur,” ucapnya.

| Baca Juga:  Mengantuk, Pick Up Bermuatan Ikan Tabrak Papan Iklan Milik Warga

Hasil Kejahatan Untuk Foya-foya

Sementara itu, kedua pelaku mengaku uang hasil kejahatan tersebut telah habis untuk foya-foya membeli mobil dan peralatan dapur.

Dari Sanana, polisi menyita uang tunai Rp 475 ribu sisa hasil kejahatanya, peralatan dapur dan jam tangan yang dibeli dari hasil kejahatannya serta 1 unit sepeda motor yang digunakan untuk beraksi.

Sementara itu dari tangan Siswanto, berhasil disita uang tunai sebanyak Rp 650 ribu, 2 buah handphone, dan 1 buah tang yang digunakan untuk beraksi.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (*)

Reporter : Maman Firmansyah
Editor: Linda Kusuma