Beranda Hukum Kriminal Simpan Bahan Petasan Untuk Hari Raya 2 Warga Blitar Diamankan

Simpan Bahan Petasan Untuk Hari Raya 2 Warga Blitar Diamankan

BERBAGI
gulungan kertas dan bahan peledak yang diamankan petugas dari tersangka. (foto:ana alana)

AGTVnews.com – Dua warga di Blitar diamankan petugas kepolisian Resort Blitar Kota. Mereka adalah Saiful Anwar, seorang warga Desa Maron Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Saiful diamankan karena menyimpan bahan petasan. Seorang lagi, Hartoyo sebagai penjual bahan petasan.

Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, 2 tersangka ini diamankan berdasarkan informasi dari masyarakat. Informasi ini terkait adanya kegiatan jual beli petasan dan pembuatan petasan yang dilakukan oleh seseorang.

Setelah dilakukan penyelidikan ternyata informasi tersebut benar. Kemudian petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku Saiful Anwar.

| Baca Juga:  Korban Ledakan Kantong Plastik Berisi Gas Karbit dan Oksigen Meninggal Dunia

“Ada dua orang tersangka. Mereka masing-masing pembuat petasan dan penjual bahan peledak. Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 1,25 kilogram bahan peledak dan 145 buah gulungan kertas yang akan diisi bubuk petasan tersebut,” ungkap Kapolres , Jumat (22/5/2020).

Ditambahkan Kapolres, dari hasil pemeriksaan ternyata pelaku pertama membeli bahan petasan dari seorang penjual. Bahan tersebut dibeli dengan harga Rp 220 ribu perkilogram.

“Hasil pemeriksaan dari pelaku pertama membeli bahan petasan dari seorang penjual yang juga sudah berhasil kami amankan,” imbuhnya.

Sementara itu, Saiful Anwar mengaku, petasan yang dibuat itu bukan untuk dijual melainkan untuk diledakkan sendiri pada saat hari raya nanti.

| Baca Juga:  Aniaya Kakak Kandung Dengan Palu, Pria di Blitar Mengaku Puas

“Tidak saya jual pak, mau saya ledakkan sendiri saat hari raya,” ujar Saiful Anwar.

AKBP Leonard menegaskan, para pelaku dijerat UU Darurat No. 12 Tahun 1951, yang berbunyi barangsiapa memperoleh, memiliki, menyimpan bahan peledak berbahaya, diancam hukuman penjara minimal lima tahun penjara.

“Kedua tersangka paling tidak akan mendapatkan hukuman penjara minimal lima tahun penjara,” tegasnya. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma