Beranda Pemerintahan Bersiap New Normal, Ini Yang Dilakukan Pemkot Kediri

Bersiap New Normal, Ini Yang Dilakukan Pemkot Kediri

BERBAGI
Walikota Kediri menjadi pembicara dalam Webinar dengan tema “Bergerak dan Bertahan: Mempersiapkan Kota Kediri Menuju new normal ” di Command Centre Kota Kediri. (foto: istimewa)

AGTVnews.com – Pemerintah Kota Kediri sudah menyiapkan beberapa hal terkait penerapan new normal. Bahkan persiapan yang dilakukan tersebut sudah tertuang dalam Perwali Kota Kediri Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Hiburan dan Perdagangan Dalam Rangka Percepatan penanganan Corona Virus Disease Tahun 2019.

Persiapan Kota Kediri ini disampaikan Walikota Abdullah Abu Bakar dalam Webinar bersama ratusan mahasiswa IAIN Kediri, Rabu (3/6/2020). Dalam webinar ini, walikota selaku pembicara, membeberkan apa saja yang akan dilakukan dalam new normal nantinya.

“Perwali ini sudah kita buat sebelum adanya new normal. Mengapa perlu diatur, karena covid-19 ini merupakan bencana non alam sehingga wajib dilakukan penanggulangan agar tidak terjadi penyebaran yang makin luas dan peningkatan jumlah kasus,” jelasnya.

“Tempat kegiatan dan tempat perekonomian yang berpotensi menimbulkan kerumunan wajib dikendalikan. Kita hanya membatasi kegiatan tertentu dan pergerakan orang untuk menekan covid-19,” imbuhnya.

| Baca Juga:  Antisipasi Makanan Kaleng Bercacing, Disperindag Sidak Pusat Perbelanjaan

Penerapan Physical Distancing di Sekolah

Dalam sesi tanya jawab, sempat diulas tentang pelaksanaan perkuliahan dan juga pendidikan sekolah di Kota Kediri. Walikota menegaskan jika sekolah dan perkuliahan berjalan kembali, maka harus diterapkan protokol kesehatan dan juga physical distancing.

“Perkuliahan nantinya akan sama seperti anak-anak SMP dan SD. Harus dibatasi yang masuk itu 50 persennya atau yang masuk berjarak 1 sampai 1,5 meter. Orang tua pun nanti harus membekali anak. Jadi anak tidak diperbolehkan untuk mengakses kantin untuk sementara. Makanan semuanya dari rumah, orang tua harus antar jemput secara pribadi,” ucapnya.

Ditambahkan walikota, jika memang diterapkan, kemungkinan untuk SD kelas 1,2,3 tetap belajar di rumah. Sedangkan kelas 4,5,6 akan dimasukkan karena mengingat tidak bisa lagi 1 meja 2 orang, jadi 1 meja 1 orang.

| Baca Juga:  Pjs Walikota Kediri Apresiasi Warga Bayar PBB Lebih Awal

“Pemerintah Kota Kediri sudah menyiapkan Pelayanan Perizinan Online melalui website, Pelayanan Dispendukcapil Online melalui aplikasi berbasis android, Pelayanan Surat Keterangan Online, hingga Musrenbang Online, “ucapnya.

Semua yang dilakukan tersebut sebagai upaya untuk melindungi warga Kota Kediri dari penyebaran virus corona.

“Untuk perdagangan, beberapa langkah juga sudah disiapkan secara daring seperti Pasar Online Belanja Instan dari Rumah (Bi Imah), bermitra dengan Bukalapak dan promosi produk UMKM pada  story akun Instagram Walikota Kediri. Untuk metode pembayaran akan dilakukan dengan QRIS, E-Money dan Cashless,” pungkasnya.

Mas Abu sapaan akrab walikota berharap, dengan paparan yang diberikan bisa menjadikan patokan, untuk bersama-sama menghidupkan Kota Kediri sesuai dengan kaidah protokol kesehatan. (*)

Reporter : Yusuf Saputro
Editor : Linda Kusuma