Beranda Peristiwa Bus Tujuan Surabaya Kembali Beroperasi, Namun Jumlah Penumpang Dibatasi

Bus Tujuan Surabaya Kembali Beroperasi, Namun Jumlah Penumpang Dibatasi

BERBAGI
terminal patria Kota Blitar. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Bus jurusan Blitar-Surabaya di Terminal Patria kembali beroperasi. Pengoperasian kembali ini berlaku sejak Selasa (9/6/2020) kemarin.

Meski begitu, bus yang beroperasi kembali tersebut harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Salah satunya membatasi jumlah penumpang. Bahkan kursi bus diatur sedemikian rupa untuk menerapkan physical distancing.

Kepala Terminal Tipe A Patria Kota Blitar, Verie Sugiarto mengatakan, pemberlakuan ujicoba ini dilakukan hanya beberapa bus saja. Tidak semua bus jurusan Surabaya beroperasi.

“Pengoperasian bus tujuan Blitar-Surabaya setelah penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di Surabaya tidak diperpanjang. Sehingga Terminal Purabaya Surabaya juga sudah buka kembali,” jelasnya, Rabu (10/6/2020).

| Baca Juga:  Gubernur Berlakukan PSBB, Bus Blitar Tujuan Surabaya Berhenti Beroperasi

Dia menambahkan, jumlah penumpang bus maksimal hanya 50 persen, karena tempat duduk diatur dengan jarak. Selain itu awak bus juga harus menyediakan hand sanitizer di dalam bus. Selain itu baik penumpang maupun awak bus diwajibkan pakai masker.

Pengoperasian bus rute Blitar-Surabaya ini menyusul bus rute Blitar – Malang yang juga sudah beroperasi sepekan lalu. Tetapi, karena kondisi penumpang sepi, akhirnya bus tujuan Blitar-Malang berhenti beroperasi lagi.

“Untuk tujuan Blitar-Malang sudah kami uji coba beroperasi mulai pekan lalu. Tapi hari ini mereka berhenti beroperasi karena penumpangnya masih sepi,” imbuhnya.

| Baca Juga:  Bus Bagong Terguling di Tulungagung, 8 Penumpang Terluka

Selama masa pandemi virus Corona ini, jumlah penumpang bus di terminal turun secara drastis. Jumlah rata-rata penumpang di Terminal Patria hanya 13-15 orang per hari.
Padahal kalau kondisi normal jumlah penumpang di Terminal Patria bisa mencapai 1.500 orang per hari.(*)

Reporter : Ana Alana
Editor: Linda Kusuma