Beranda Ekonomi Bisnis Dari Faceshield, Guru di Jombang Hasilkan Puluhan Juta Sebulan

Dari Faceshield, Guru di Jombang Hasilkan Puluhan Juta Sebulan

BERBAGI
dari kerajinan face shield ini Ellok bisa dapatkan penghasilan puluhan juta perbulan. (foto: aan hidayat)

AGTVnews.com – Jeli melihat peluang, menjadikan pasangan guru Madrasah Aliyah di Jombang ini bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi saat pandemi Covid-19.

Suami istri Budi Setiadi dan Ellok Laitulmahfirof adalah tenaga pengajar di Madrasah Aliyah Desa Denanyar Kecamatan Jombang. Berbekal media sosial suami istri ini bisa raup pendapatan hingga Rp 45 juta perbulan.

Dengan kondisi pandemi Corona ini, suami istri ini melihat adanya peluang bisnis face shield. Barang ini mulai dicari masyarakat dan banyak digunakan. Ellok pun membidik peluang ini.

Hasil kerajinan pelindung wajah yang dibuatnya, mulai di posting dan dipasarkan melalui media sosial. Tak butuh waktu lama hasil kerajinannya mulai dilirik masyarakat dan instansi.

“Awalnya saya hanya mencoba membuat beberapa biji dan saya posting di medsos. Kok banyak yang minat dan laris terjual. Dari situlah saya mulai membuat dengan skala yang besar, “ katanya, Sabtu (20/6/2020).

| Baca Juga:  Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Kediri Siap Beroperasi

Ellok mengaku, saat lebih banyak aktifitas di rumah saja, dirinya harus memutar otak untuk menghidupkan ekonomi keluarga. “Setelah banyak peminat saya mulai mengajak teman dan tetangga untuk ikut produksi pelindung wajah. Alhamdulilah sampai saat ini terus banyak peminatnya,“ bebernya.

Peminat face shield bikinan Ellok ini terus meluas hingga luar Jawa. Dalam satu bulan wanita 28 tahun ini menerima pesanan hingga 10 ribu pelindung wajah.

“Harganya bervariatif dari Rp 14 ribu hingga RP 50 ribu keatas. Semua tergantung permintaan dan kesulitan pembuatan. Untuk ukuran anak-anak dan dewasa juga berbeda. Jadi harga yang dibandrol juga beda,” jelas Ellok.

Sementara ini, Ellok dan suaminya sudah mempekerjakan 10 karyawan. Mereka mayoritas merupakan orang terdekat dan tetangga sekitar.

| Baca Juga:  Resah, BLT Kemensos Warga Talunkidul Jombang Dipotong Perangkat Desa

“Semua pekerjaan, kita ajak tetangga dan teman. Alhamdulillah semua bekerja dengan baik, karena sudah akrabnya cara komunikasi kita. Itu memudahkan kita untuk kerja bersama. Hasilnya kita sama – sama untung, “ katanya.

Bahan Baku Mika Mulai Sulit Didapat

Meski begitu ia tak bisa memungkiri jika saat ini mulai kesulitan bahan baku pembuatan face sheild. Mika dan aksesoris pelengkap faceshield saat ini mulai susah didapat.

“Bahan bakunya susah didapat. bahkan sampai cari ke Surabaya. Ini yang membuat kendala kita untuk meningkatkan produksi. Namun kita tetep berusaha agar bisa tetap menyediakan produksi untuk pelanggan, “ jelasnya.

Dengan jeli melihat peluang, bisa menjadikan kita bangkit dan bisa membuka peluang pekerjaan bagi lingkungan sekitar. (*)

Reporter : Aan Hidayat
Editor : Linda Kusuma