Beranda Politik Dukung Pasangan Henry-Yasin dalam Pilwali, Internal PKB Kota Blitar Terancam Terbelah

Dukung Pasangan Henry-Yasin dalam Pilwali, Internal PKB Kota Blitar Terancam Terbelah

BERBAGI
Dukung Pasangan Henry-Yasin dalam Pilwali Internal PKB Kota Blitar Terancam Terbelah
Kader senior, kiyai sepuh, tokoh dewan suro, tanfidz serta pengurus PAC telah mengelar pertemuan untuk mengkonsolidasikan sikap mereka atas pencalonan Henry-Yasin. (foto : ana alana)

AGTVnews.com – Dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Blitar pada pasangan Henry Pradipta Anwar – Yasin Hermanto dikabarkan akan dicabut. Internal partai ini mulai bergejolak.

Para kader senior dan sesepuh partai berlambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang ini dikabarkan berancang-ancang akan menolak, jika rekomendasi DPP PKB Jakarta keluar untuk pasangan Henry – Yasin. Mereka menilai pencalonan keduanya sebagai Walikota dan Wakil Walikota Blitar dinilai cacat mekanisme.

Kader senior, kiyai sepuh, tokoh dewan suro, tanfidz serta pengurus PAC telah mengelar pertemuan untuk mengkonsolidasikan sikap mereka atas pencalonan Henry-Yasin. Pertemuan in adalah puncak keresahan mereka. Penolakan pasangan Henry – Yasin sebenarnya sudah jauh hari menjadi perbincangan kalangan internal partai.

Dukungan PKB Pada Pasangan Henry-Yasin Tidak Sejalan Semangat Partai

Kader senior DPC PKB Kota Blitar, Tantowi mengatakan, saat ini beredar kabar dukungan rekomendasi DPP PKB yang jatuh pada pasangan Henry- Yasin. Dugaan keluarnya rekomendasi tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat PKB Kota Blitar.

Partai menginginkan adanya calon yang didukung oleh kalangan kiyai dan sesepuh ulama Blitar Kota. Terlebih PKB sangat terbuka terhadap masukan warga Nahdliyyin yang mengharapkan munculnya calon dari kalangan NU.

“Semua prihatin terhadap kondisi PKB Kota Blitar, utamanya saat ini menjelang Pilwali 2020. Para kiyai sepuh PKB, kader senior, deklarator bahkan PAC PKB dari tiga kecamatan di Kota Blitar tidak pernah diajak diskusi namun tiba-tiba keluar nama pasangan itu (Henry-Yasin),” ujar Tantowi kepada wartawan, Kamis (25/6/2020).

| Baca Juga:  Sejumlah Tokoh Ramaikan Pilwali Blitar Lewat Jalur Independen

Lebih jauh Tantowi menjelaskan tidak ada ruang komunikasi dengan kader senior, kiyai sepuh, tokoh dewan suro, tanfidz, deklarator serta pengurus PAC sebelum munculnya nama kedua pasangan calon itu.

Tidak adanya komunikasi ini diduga dimanfaatkan Ketua Tanfidz DPC PKB Kota Blitar Yasin untuk dapat dipasangkan mendampingi Henry sebagai calon wakil walikota Blitar.

“Kita prihatin, karena kami tidak pernah disenggol, tiba-tiba PKB memunculkan isu bahwa seakan-akan rekomendasi sudah turun kepada pasangan tersebut. Padahal proses untuk menetapkan calon itu luar biasa ketat sekali di aturan main partai,” tegasnya.

Prosedur Pencalonan Henry Yasin Dinilai Cacat Mekanisme

Lebih jauh dijelaskan, bicara prosedur saja pencalonan keduanya sudah cacat organisasi. Mekanisme di organisasi yang harus dilalui seperti musyawarah dengan dewan syuro sebagai penentu, kemudian dengan tanfidz bahkan dengan PAC saja urung dilakukan.

“Kalau tahapan administrasi mungkin iya sudah ikut penjaringan. Tetapi itu cacat secara mekanisme keorganisasian,” tegasnya.

Pihaknya menuntut, mekanisme dijalankan sesuai aturan partai serta melibatkan para kader untuk membahas pencalonan Walikota dan Wakil Walikota. “Ayo kita obrolkan, kita terbuka. PKB bukan hanya milik ketua saja kok,” ujarnya.

| Baca Juga:  Kerugian Akibat Angin Kencang di Kota Blitar Capai Rp 800 Juta

Sebelumnya secara tiba-tiba usai vakum di masa pandemi Covid-19, PKB putar haluan mengusung pasangan putera sulung mantan Walikota Blitar Samanhudi Anwar, Henry Pradipta Anwar. Henry dipasangkan dengan Ketua Tanfidz DPC PKB Kota Blitar
Yasin Hermanto.

Hal ini terkuak setelah beredar formulir dukungan dari tim relawan untuk pasangan Henry – Yasin. Dalam beberapa kesempatan bahkan Henry dan Yasin sudah tidak sungkan untuk nampak ‘mesra’ di depan publik. Seperti beberapa waktu lalu keduanya terlihat kompak melakukan ziarah ke Makam Bung Karno.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Yasin Hermanto membenarkan adanya formulir dukungan dari tim relawan untuk Henry dan dirinya maju di Pilwali Blitar 2020. Dia mengatakan, rencananya DPC PKB memang mengusung Henry dan dirinya di Pilwali Blitar 2020.

“Insyaallah benar, kami (PKB) berencana mengusung Henry di Pilwali Blitar 2020. Henry merupakan kader baru di PKB. Dari kalangan kiyai sepuh juga sudah ada restu. Kami tinggal menunggu rekom, sewaktu-waktu dibutuhkan, rekom sudah siap,” ujar Yasin di tempat terpisah. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma