Beranda Kesehatan Hadapi New Normal, Ponpes Tebuireng Batasi Jumlah Santri Yang Kembali Ke Pondok

Hadapi New Normal, Ponpes Tebuireng Batasi Jumlah Santri Yang Kembali Ke Pondok

BERBAGI
sejumlah aparat melakukan penjagaan ketat di ponpes Tebu Ireng. (foto: aan hidayat)

AGTVnews.com – Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang bersiap memulai aktifitas belajar mengajar. Meski demikian akan ada beberapa hal yang diubah seiring dengan adanya penerapan new normal. Jumlah santri yang diperbolehkan kembali ke Ponpes akan dibatasi.

Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim  mengatakan, tidak semua santri akan kembali ke pondok. Santri yang akan kembali adalah yang ada di kelas akhir, baik dari jenjang MTs/SMP maupun MA/SMA. Jumlah totalnya mencapai 976 santri.

” Kebijakan khusus juga akan diberlakukan untuk santri yang berada di daerah seperti Surabaya dan Sidoarjo,” terang penerus KH. Salahuddin Wahid ini dalam press realesnya, Rabu (17/06/2020).

Untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pihak pondok pesantren juga akan melakukan isolasi bagi santri yang tiba di pondok. Isolasi ini untuk melihat kondisi kesehatan para santri.

| Baca Juga:  Ribuan Santri Ponpes Al Falah Ploso Gelar Pawai Budaya Nusantara

“Setibanya di pondok, santri akan kita isolasi 14 hari di tempat khusus yang telah disediakan. Yakni di gedung Universitas Hasyim Asy’ari dan Ma’had Aly. Setelah 14 hari isolasi, akan kami adakan rapid test,” jelasnya.

Mengantisipasi berkumpulnya banyak orang dan memperketat pengawasan, Walisantri yang mengantar, hanya diperbolehkan sampai di parkir Kawasan Makam Gus Dur. Mereka tidak diperkenankan memasuki area Pesantren Tebuireng.

“Prosedurnya santri dan wali akan masuknya lewat pintu di belakang pondok. Jadi nanti santri masuk tidak didampingi walisantri,” ujarnya.

| Baca Juga:  Gunakan Limbah B3 Sebagai Material Bangunan, Gudang Pabrik di Segel Warga

Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Pesantren Tebuireng Nur Hidayat mengatakan, meski telah ada skema prosedur pembatasan, namun masih belum dipastikan kapan para santri akan kembali dan mulai melakukan kegiatan belajar mengajar.

“Soal apakah proses pembelajarannya secara tatap muka atau daring, belum diputuskan. Prioritas kami, sesuai arahan pengasuh, adalah menyiapkan segala hal untuk memastikan kesehatan dan keselamatan santri terjaga,“ katanya.

Berdasarkan data yang ada, sebagian besar santri Tebuireng berasal dari Jawa Timur, jumlahnya mencapai 59,8% dari total 3.881 santri mukim. Disusul Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan Kalimantan Timur. (*)

Reporter : Aan Hidayat
Editor : Linda Kusuma