Beranda Ekonomi Bisnis Jam Tangan Kayu Sonokeling Jombang Diburu Pelanggan Luar Negeri

Jam Tangan Kayu Sonokeling Jombang Diburu Pelanggan Luar Negeri

BERBAGI
Jam Tangan Kayu Sonokeling Jombang Banyak Diburu Pelanggan Luar Negeri
jam tangan kayu sonokeling buatan Rana banyak dicari pembeli luar negeri. (foto: aan hidayat)

AGTVnews.com – Limbah kayu sonokeling ternyata bisa diubah menjadi jam tangan etnik dan indah. Rana Regista, pemuda asal Desa Cangkringrandu Kecamatan Perak Kabupaten Jombang ini,  mengubah limbah kayu tersebut menjadi jam tangan yang apik.

Berkat ketekunannya, pemuda 25 tahun ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan di desanya. Memanfaatkan limbah kayu industri, dalam sebulan dirinya bisa meraup omset puluhan juta rupiah.

Rana mengaku, ide awal kerajinannya itu muncul setelah melihat konten youtube tentang pembuatan jam tangan kayu. Akhirnya dirinya mencoba-coba untuk membuat jam ini. Memanfaatkan  limbah kayu industri. Hasilnya ternyata tidak mengecewakan.

| Baca Juga:  Dari Faceshield, Guru di Jombang Hasilkan Puluhan Juta Sebulan

Kerajinan jam tangan buatan Rana ini berhasil menembus pasar lokal dan internasional. Kini, dalam sebulan ia bisa membuat hingga 30 biji jam tangan secara manual. “Pesanan datang dari kota-kota besar seperti Kota Surabaya hingga Bali,” ucap Rana, Sabtu (27/6/2020).

Tidak hanya dari pasar lokal. Jam tangan etnik ini juga dipesan pembeli dari luar negeri, yakni Australia. Kayu Sonokeling memang dikenal sebagai kayu yang kuat dan awet.

“ Beberapa bulan lalu sempat menerima pesanan dari luar negeri. Jumlahnya cukup banyak sekitar 50 biji dengan tipe yang berbeda, “ terangnya.

Harga jam tangan buatan Rana ini yang paling murah dibandrol Rp 250 ribu. Sementara untuk kualitas terbaik, harga yang dipatok yakni Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah.

| Baca Juga:  Pengrajin Gasing Tradisional Masih Bertahan

“Harga yang dibandrol semua tergantung desain dan bahan pemesanan. Semakin baik kualitasnya maka semakin mahal juga, “pungkasnya.

Dalam satu bulan, Rana mampu memproduksi hingga 50 biji jam tangan manual. Omset yang didapat pun tidak tanggung-tanggung berkisar Rp 10 juta tiap bulannya.

Untuk lebih mengenalkan kerajinannya, Rana kini mulai menyasar pemasaran online dengan memanfaatkan media sosial sebagai tempat promosi. (*)

Reporter : Aan Hidayat
Editor : Linda Kusuma