Beranda Peristiwa Langgar Jam Malam, 32 Pemuda di Tulungagung Harus Kerja Sosial

Langgar Jam Malam, 32 Pemuda di Tulungagung Harus Kerja Sosial

BERBAGI
puluhan pemuda dihukum karena melanggar jam malam. Mereka mendapatkan sanksi kerja sosial selama 2 minggu. (foto: maman firmansyah)

AGTVnews.com – Sebanyak 32 pemuda di Tulungagung mendapatkan sanksi kerja sosial. Sanksi ini karena mereka abai terhadap protokol kesehatan dan langgar jam malam.

Para pemuda ini didapati tengah asyik nongkrong di sejumlah warung kopi dan kafe sejak pukul 22.00 wib hingga 04.00 dinihari.

Sebanyak 32 pemuda ini akhirnya digiring ke mapolres Tulungagung untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, pengetatan aturan jam malam ini mulai diberlakukan mengingat semakin banyaknya jumlah orang yang terkonfirmasi positif covid-19.

“Jam malam ini diberlakukan sebagai salah satu upaya untuk menekan penyebaran Corona di kabupaten Tulungagung. Sebelumnya kita telah lakukan upaya sosialisasi. Namun nampaknya kebanyakan para pemuda ini masih belum bisa disiplin,” jelasnya, Selasa (16/6/2020).

| Baca Juga:  Tukang Rongsok Asal Blitar Temukan Bom Jaman Belanda di Bawah Rel Rejotangan

Pandia menegaskan, pemuda yang terjaring razia jam malam ini, dibawa ke mapolres Tulungagung sebagai bentuk penegakan aturan.

“Semalam adalah penegakan aturannya, yang tetap bandel kita bawa ke kantor. Kita minta mereka untuk berbaris dan selanjutnya ada hukuman pekerjaan sosial bagi mereka,” tegasnya.

Razia yang digelar ini dimulai dari lokasi karantina Rusun Mahasiswa IAIN Tulungagung, kemudian dilanjutkan ke RSUD dr Iskak Tulungagung.

Setelah itu tim patroli yang terdiri dari 30 personil gabungan tersebut bergerak ke warung kopi yang ada di kelurahan Panggungrejo Kecamatan / Kabupaten Tulungagung.

Hasilnya di warung kopi pertama ditemukan 19 pemuda yang masih nongkrong melewati batas jam malam, sedangkan di warung kopi kedua ditemukan 12 pemuda.

| Baca Juga:  Hasil Ujilab Kucing Ciu Tulungagung Ditemukan Kandungan Alkohol

“Total 32 pemuda kita bawa ke Mapolres, kita beri pembinaan tentang aturan jam malam dan protokol kesehatan. Mereka baru boleh pulang setelah dijemput keluarganya,” ucap Pandia.

Setelah mendapatkan pembinaan dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya, mereka harus menjalankan kerja sosial. Kerja sosial ini  dipimpin Satpol PP Tulungagung selama 2 minggu kedepan.

“Untuk sanksi, pelaksanaan pekerjaan sosial dilakukan oleh yang bersangkutan selama 2 minggu, agar ada efek jera,” tegasnya.

Pandia berharap masyarakat bisa memahami aturan yang dibuat oleh pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran corona di Tulungagung. (*)

Reporter : Maman Firmansyah
Editor : Linda Kusuma