Beranda Kesehatan Lurah Tempurejo Kota Kediri Prihatin Vonis Berlebihan pada Warganya

Lurah Tempurejo Kota Kediri Prihatin Vonis Berlebihan pada Warganya

BERBAGI

AGTVnews.com – Sikap negatif masyarakat terhadap pasien terpapar virus Corona rupanya belum bisa hilang. Bahkan, stigma tersebut makin meluas ke warga lain yang satu pemukiman dengan pasien.

Kondisi tersebut seperti dikeluhkan Kepala Kelurahan Tempurejo Kota Kediri, Suminarto. Akibat 10 warganya terpapar virus, kini seluruh warganya mendapat perlakuan tidak mengenakkan.

Menurut Suminarto, Tempurejo terdiri dari dua lingkungan yaitu Kresek dan Wangkalan. Kresek merupakan lokasi terbanyak pasien terkonfirmasi positif yaitu sejumlah 10 pasien.

“Kalau orang tahu dari Kresek, langsung orang-orang menjauhi dan berlebihan menjauhinya,” katanya. Bahkan, ada beberapa pekerja yang kemudian dirumahkan gara-gara asalnya dari Kresek. Pun yang berjualan makanan menjadi tidak laku bila tahu asalnya dari Kresek.

| Baca Juga:  Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Sekolah di Kediri Diliburkan

Suminarto juga mengklarifikasi perihal ada pemuda warganya yang berpotensi menularkan virus corona kepada 40 orang lainnya.

“Jadi tidak tepat bila dikatakan setelah positif masih keluar dan terkesan menularkan. Berkumpulnya remaja ini sebelum ada yang terdampak Corona. Ia memang banyak teman karena aktif di grup kesenian,” jelasnya.

Menyikapi stigma yang dihadapi oleh masyarakat Tempurejo, dr Fauzan Adima, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri mengatakan, bahwa stigma dan ketakutan berlebihan tidak tepat.

“Covid tidak akan menular selama seseorang disiplin mematuhi protokol kesehatan. Pakai masker, cuci tangan pakai sabun/hand sanitizer dan selalu jaga jarak,” kata Fauzan.

| Baca Juga:  Baru Jadi Zona Kuning, Kota Blitar Kembali Ketambahan 1 Pasien Positif Corona

Fauzan juga menambahkan, sesuai yang sudah disampaikan Walikota Kediri bahwa jangan menstigma pasien Covid. Apalagi yang bukan pasien hanya karena ada hubungan keluarga atau bertetangga dengan pasien Covid.(*)

Reporter: Yusuf Saputro
Editor : Linda Kusuma