Beranda Peristiwa Resah, BLT Kemensos Warga Talunkidul Jombang Dipotong Perangkat Desa

Resah, BLT Kemensos Warga Talunkidul Jombang Dipotong Perangkat Desa

BERBAGI
salah satu warga di Desa Talunkidul mengaku, BLT yang diterimanya dipotong perangkat desa setempat. (foto: aan hidayat)

AGTVnews.com – Sejumlah warga di Desa Talunkidul Kecamatan Sumobito, Jombang resah, dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang mereka terima tidak sesuai. Warga hanya menerima sebesar Rp 400 ribu dari Rp 600 ribu yang seharusnya.

Menurut penuturan salah satu warga Dusun Sedamar Desa Talunkidul, Riyanti, dirinya menerima dana bantuan dari Kementrian Sosial tersebut sebesar Rp 600 ribu, namun dipotong perangkat desa dan tinggal Rp 400 ribu.

“ Uang bantuan tersebut, di minta perangkat desa. Katanya akan diberikan kepada anak yatim dan warga yang tidak mampu lainya. Jadi setelah saya menerima uang bantuan sebesar Rp 600 ribu langsung diminta Rp 200 ribu oleh pak kepolo. Jadi saya hanya menerima Rp 400 ribu, “ terang Riyanti, Kamis (17/6/2020).

| Baca Juga:  Puluhan Ribu Pekerja di Kediri Harap-harap Cemas BSU Pemerintah

Riyanti memberikan saja uang tersebut, karena alasan untuk membantu warga tidak mampu lainnya. “Karena alasannya untuk diberikan kepada warga lain, ya saya terima saja. Meski tidak tahu warga siapa yang menerima uang tersebut. Karena saya tidak diberi tahu siapa penerimanya, “ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Talunkidul, Bambang Sugianto mengaku tidak tahu menahu tentang kasus pemotongan dana tersebut. Ia berjanji akan mempertanyakan hal itu kepada perangkat desanya.

“ Disini saya sebagai kepala desa saya sudah menghimbau kepada perangkat desa saya agar berhati – hati dalam tindakan pemberian bantuan. Jadi saya kira ini ada kesalahapahaman, “ucap Bambang.

| Baca Juga:  Ngadem di Air Terjun Tretes Jombang, Tertinggi di Jawa Timur

Bambang memastikan tidak ada pemotongan yang dilakukan perangkat desa untuk kepentingan pribadi. ” Saya pastikan pemotongan ini tidak untuk kepentingan pribadi. Nanti saya akan luruskan tentang kejadian ini,” pungkasnya. (*)

Reporter : Aan Hidayat
Editor : Linda Kusuma