Beranda Ekonomi Bisnis Tekan Populasi Hama, Warga Kediri Lepas Satwa Predator ke Alam

Tekan Populasi Hama, Warga Kediri Lepas Satwa Predator ke Alam

BERBAGI
Tekan Populasi Hama, Warga Kediri Lepas Satwa Predator ke Alam
salah satu hewan yang dilepas di alam, sebagai musuh hama tikus. (foto: yusuf saputro)

AGTVnews.com – Sejumlah warga yang ada di Desa Mlati Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri melepaskan ratusan hewan predator di lahan pertanian desa setempat. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk menekan populasi hama yang saat ini semakin meningkat.

Ada sekitar seratusan hewan yang dilepas, diantaranya burung pemangsa serangga, musang, biawak dan ular. Hewan-hewan ini dikumpulkan secara swadaya oleh masyarakat desa setempat.

|Tonton video berita ini:

Ketua Komunitas Pecinta Lingkungan (Kopling) Desa Mlati, Imam Saifudin mengatakan, pelepasan predator alami hama ini sebagai upaya warga desa untuk membasmi hama pertanian.

| Baca Juga:  Ngisis Sor Papringan Kediri Uwenak Tenan

“Hama pertanian seperti belalang, ulat saat ini semakin merajalela terlebih tikus. Kita lepas hewan-hewan musuh alami hama tersebut. Tujuannya, hama berkurang dan kita juga tidak banyak menggunakan pestisida,” jelasnya.

Ditambahkan Imam, dengan penggunaan pembasmi hama alami ini maka keseimbangan ekosistem alam bisa terjaga. ” Dengan predator alami ini, maka ekosistem alami lingkungan desa akan tetap terjaga,” ucapnya.

Demi menjaga upaya yang sudag diinisiasi ini, warga memasang larangan perburuan hewan liar di setiap sudut desa. Mereka ikut aktif menjaga keasrian desa tersebut.

| Baca Juga:  Puluhan Calon PPK Gagal IKuti Tes Tulis

Warga berharap instansi terkait peduli dan ikut menambah keragaman jenis satwa predator di desa tersebut. Diharapkan selain lingkungan asli desa terjaga, kampung mereka bisa menjadi kampung satwa. Dengan demikian nantinya bisa menjadi sarana edukasi bagi generasi penerus.

Diketahui, kehidupan warga Desa Mlati 80% bergantung pada pertanian. Dengan upaya ini, mereka bisa mendapatkan peningkatan hasil karena hasil pertanian yang membaik. (*)

Reporter : Yusuf Saputro
Editor : Linda Kusuma