Beranda Hukum Kriminal Bukti Minim, Polisi Kesulitan Selidiki Kasus Pesta Miras Maut di Blitar

Bukti Minim, Polisi Kesulitan Selidiki Kasus Pesta Miras Maut di Blitar

BERBAGI
Bukti Minim, Polisi Kesulitan Selidiki Kasus Pesta Miras Maut di Blitar
salah satu korban saat dirawat di rumah sakit Mardi Waluyo Kota Blitar. (foto : ana alana)

AGTVnews.com – Satreskrim Polres Blitar Kota terus menyelidiki kasus 2 warga yang meninggal dunia usai menggelar pesta musik elekton di Jl Joko Kandung, Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, pihak kepolisian sudah meminta keterangan sejumah saksi. Diantaranya pemilik rumah tempat pesta musik digelar, teman korban yang ikut serta dalam pesta miras dan pemilik kafe di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok.

“Saksi sudah kita mintai keterangan. Baik pemilik tempat, penyanyi musik elekton dan teman-teman korban yang ikut minum-minum di Sukorejo dan Penataran,” ujar Leonard, Selasa (7/7/2020).

Dia menjelaskan ada 5 orang yang ikut pesta musik dan minum-minum. Dari kelima orang tersebut, hanya 2 orang saja yang kemudian meninggal dunia. Sementara 3 lainnya kondisinya sehat, bahkan tidak menunjukkan gejala keracunan dan sejenisnya.

| Baca Juga:  Miris, Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Mengapung di Kali Brantas

“Jadi ada 5 orang yang ikut minum-minum di tempat yang sama. Yang diminum jenisnya juga sama. Tapi selain 2 yang meninggal ini, sisanya tidak apa-apa. Mereka sehat dan masih bisa memberikan keterangan saat diperiksa,” jelasnya.

Pihaknya juga masih menyelidiki apakah ada penyebab lain seperti makanan yang dikonsumsi atau ada penyakit lain yang menjadi pemicu meninggalnya kedua korban. “Oleh karena itu kita lakukan otopsi untuk mengetahui faktor penyebab kematian,” imbuhnya.

Leonard menambahkan, polisi terhambat minimnya bukti bekas minuman yang dikonsumsi para korban.

| Baca Juga:  Rampok yang Terlibat Laka Lantas Sempat Dikira Jambret

Saat berada di Kecamatan Sukorejo, korban atas nama S membawa sendiri minuman di dalam botol air mineral. Setelah minum-minum, botol bekasnya dibuang dan sampai sekarang belum ditemukan.

“Kalau yang di kafe di Penataran ada bukti nota nya, disana mereka minum – minuman alkohol kadar rendah. Nah yang di Sukorejo ini botolnya sudah dibuang setelah pesta. Sedangkan orang yang membawa minuman itu korban atas nama S telah meninggal. Dia datang sendirian sehingga tidak ada saksi yang tahu darimana minuman tersebut didapat,” ujarnya. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma