Beranda Hukum Kriminal Hasil Otopsi 2 Korban Tewas Miras Oplosan di Blitar Karena Keracunan

Hasil Otopsi 2 Korban Tewas Miras Oplosan di Blitar Karena Keracunan

BERBAGI
AKBP Leonard M Sinambel , Kapolres Blitar Kota
AKBP Leonard M Sinambel , Kapolres Blitar Kota

AGTVnews.com – Polisi merilis hasil otopsi terhadap dua korban meninggal dunia akibat minuman keras (miras) oplosan di wilayah hukum Polres Blitar Kota. Keduanya diketahui meregang nyawa karena mengalami intoksikasi atau keracunan.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela mengungkapkan, kedua korban meninggal dunia karena keracunan. “Keracunan zat tertentu yang mengakibatkan gangguan tubuh dalam menggunakan oksigen di dalam sel,” ujar AKBP Leonard M Sinambela, Jumat (10/7/2020).

Kapolres menjelaskan, ditemukan zat tertentu di dalam tubuh korban saat dilakukan otopsi. Zat inilah yang diduga kuat sebagai miras oplosan yang dikonsumsi keduanya sebelum meninggal dunia.

“Zat itu berupa cairan berbau berwarna hitam yang ditemukan di dalam pankreas, liver dan lambung kedua korban. Zat ini sekarang sedang diuji di laboratorium untuk mengetahui kandungannya,” imbuhnya.

| Baca Juga:  Bukti Minim, Polisi Kesulitan Selidiki Kasus Pesta Miras Maut di Blitar

Menurutnya, intoksikasi itu diperparah dengan kerusakan organ dalam yang dialami keduanya. Organ dalam berupa liver dan ginjal rusak diduga dipicu akumulasi minuman beralkohol yang dikonsumsi sejak lama.

“Ini juga dibuktikan beberapa rekan kedua korban yang sama-sama ikut minum tidak menunjukkan gejala apapun. Sedangkan kedua korban karena kondisi organ dalam yang sudah rusak kemudian ditambah intoksikasi sehingga menjadi pemicu kematian,” paparnya.

Lebih lanjut, polisi belum mengetahui darimana miras oplosan itu dibeli karena salah satu korban membawa sendiri miras oplosan tersebut. Kemudian setelah minum-minum, botol bekasnya dibuang dan sampai sekarang belum ditemukan.

| Baca Juga:  Pingsan di Pinggir Jalan, Nenek Penjual Telur di Blitar Dievakuasi Petugas Ber-APD Lengkap

“Kita fokus mencari jenis apa yang diminum. Kemudian dia membeli atau meracik sendiri, ini yang perlu diselidiki. Kita juga sudah menggeledah rumah korban namun tidak menemukan bukti. Itu yang jadi kendala. Di sisi lain tidak ada saksi yang tau darimana korban membeli miras tersebut,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya dua warga Blitar meninggal dunia usai menggelar pesta musik elekton di Jl Joko Kandung, Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Sabtu (4/7/2020). Keduanya, yaitu SR (40 tahun) warga Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar dan G (42 tahun) warga Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Mereka meninggal pada Senin (6/7/2020).(*)

Reporter: Ana Alana
Editor : Yusuf Saputro