Beranda Pemerintahan Imbas Covid-19, Anggaran Pembangunan Pasar Ngunut Dipangkas 48 Persen

Imbas Covid-19, Anggaran Pembangunan Pasar Ngunut Dipangkas 48 Persen

BERBAGI
Imbas Covid-19, Anggaran Rehabilitasi Pasar Ngunut Dipangkas 48 Persen
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kabupaten Tulungagung, Imroatul Mufidah. (foto : maman firmansyah)

AGTVnews.com – Pasca terbakar di akhir tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan melakukan pembangunan kembali pasar tersebut. Anggaran pembangunan selain dari APBD juga didapat dari pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat melalui Keentrian Perdagangan. Pembangunan tersebut dialokasikan sebesar 42 miliar.

Pembangunan kembali pasar ini ditargetkan akan rampun sebelum akhir 2020. Namun pemerintah kini merevisi anggara yang digelontorkan. Anggaran tersebut dipangkas hingga 48%, dari anggaran awal sebesar 42 miliar kini tinggal 22 miliar saja.

| Baca Juga:  Tim Labfor Polda Jatim Gelar Olah TKP Pasar Ngunut Periksa Abu dan Lampu

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kabupaten Tulungagung, Imroatul Mufidah mengatakan, awalnya dari dana Kemendag melalui Tugas Pembantuan (TP) turun sebesar 10 miliar namun dipangkas menjadi 2,5 miliar.

Sementara anggaran bersumber dari APBD Pemkab sebanyak 10 miliar dipangkas menjadi 7,4 miliar. Untuk anggaran dari APBD Provinsi tidak mengalami perubahan, tetap sebesar 12 miliar.

“Yang TP awalnya 10 M menjadi 2,5 M, kemudian yang dari APBD Pemkab yang awalnya 10 M menjadi 7,4M. Terus kalau dari APBD Provinsi tetap 12 miliar,” ujarnya.

| Baca Juga:  Pedagang Pasar Ngunut Akan Direlokasi Sementara ke Pasar Hewan

Dikatakan Imroatul, dengan adanya pengurangan anggaran ini, maka secara otomatis ada beberapa bagian dari proyek awal pembangunan pasar Ngunut tidak bisa dilaksanakan pada tahun 2020 ini. Pembangunan akan dinggarkan kembali pada tahun 2021.

“Contohnya yang TP, awalnya akan dibangun 4 blok saat ini cuma 1 blok. Kemudian untuk pemasangan peralatan hydrant juga kita tunda,” ucapnya.

Imroatul mengungkapkan, untuk anggaran yang dipangkas di tahun 2020 ini, akan diajukan penganggarannya di tahun 2021 mendatang. (*)

Reporter : Maman Firmansyah
Editor : Linda Kusuma