Beranda Peristiwa Keluarga Pasien Covid-19 Dikenai Rp 8,7 Juta, Begini Penjelasan Pihak Rumah Sakit

Keluarga Pasien Covid-19 Dikenai Rp 8,7 Juta, Begini Penjelasan Pihak Rumah Sakit

BERBAGI

AGTVnews.com – Beberapa hari terakhir santer beredar kabar terkait pasien Covid-19 di Kabupaten Blitar dikenai biaya hingga Rp 8,7 juta oleh salah satu rumah sakit swasta rujukan Covid-19.

Hal ini mendadak menjadi perhatian publik. Terlebih pasien yang telah dinyatakan meninggal dunia itu ternyata test swabnya menunjukkan hasil negatif Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, rumah sakit Medika Utama tempat pasien dirawat membenarkan jika pihak keluarga diminta untuk menitipkan biaya minimal 50 persen dari total biaya perawatan dan pemulasaran jenazah pasien.

Namun saat itu keluarga pasien membayar lunas biaya perawatan selama pasien berada di IGD dan biaya pemulasaran jenazah yang totalnya mencapai Rp 8,7 juta.

| Baca Juga:  Jaringan Internet Lemot, Pemohon KTP El Harus Menunggu Berjam-Jam

Kepala Divisi Pelayanan Medis RS Medika Utama, Renny Padma mengatakan, sebelum meninggal pasien sempat mendapatkan perawatan di UGD dan membutuhkan obat-obatan.

Setelah dinyatakan meninggal pemulasaran jenazah hingga pemakaman yang dilakukan sesuai protokol Covid-19 membutuhkan biaya Rp 3 juta.

“Karena kami rumah sakit swasta ada keputusan dari kantor pusat kami untuk pasien non BPJS memang diminta menitipkan biaya perawatan minimal sebesar 50 persen. Tapi kemarin dari keluarga pasien dibayar semua, lunas,” ungkap Renny, Jumat (24/7/2020).

Pihak keluarga, lanjut Renny, juga sudah diberi pengertian bahwa pasien harus dimakamkan dengan protokol Covid-19 karena pemeriksaanya mengarah ke sana. Meski setelah itu hasil test swab terhadap pasien menyatakan negatif.

| Baca Juga:  Hingga Mati, Pengurusan Sertifikat Tanah Tidak Ada Kejelasan

Meski dimintai biaya namun pihak rumah sakit memastikan akan mengembalikan biaya tersebut 100 persen. Setelah pihaknya mengajukan klaim ke Kemenkes.

“Nantinya akan diverifikasi dan kalau sudah ada persetujuan bisa diklaim, akan dikembalikan 100 persen biaya yang dititipkan. Sebelumnya juga pernah ada pasien seperti itu,” pungkasnya.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Yusuf Saputro