Beranda Tips Trik Manfaatkan Pipa Paralon, Sopir Travel di Jombang Jadi Pengrajin Lampu Hias

Manfaatkan Pipa Paralon, Sopir Travel di Jombang Jadi Pengrajin Lampu Hias

BERBAGI
Manfaatkan Pipa Paralon, Sopir Travel di Jombang Hasilkan Jutaan dari Kerajinan Lampu Hias
Soni dan beberapa lampu hias hasil karyanya. (foto : aan hidayat)

AGTVnews.com – Seorang sopir travel, warga Dusun Banjarkerep Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang mampu bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Sepinya job sopir, tidak menjadikan Soni Candra Kurniawan berkecil hati. Pemuda 27 tahun ini justru bangkit dan membuat usaha lain yang menghasilkan pundi-pundi uang.

Soni saat ini membuat usaha kerajinan lampu hias dari pipa paralon. Ide usaha ini berawal dari sebuah tayangan di Youtube buah dari kegalauannya saat sepi job.

“Nah berawal dari situ saya mulai membuat kerajinan lampu hias. Awalnya dari bahan bekas. Karena ingin kualitas bagus jadi pipanya saya beli baru, ” terang Soni,Rabu (22/07/2020).

| Baca Juga:  Paket Hemat Kolektor Wayang Purwo

Setelah membuat satu model dari pipa PVC, Soni kemudian belajar membuat model-model lain. Kini, Soni tak hanya membuat lampu hias dari bahan pipa namun juga dari bahan kayu dan stick ice cream. ”Kebetulan dulu pernah belajar dan sekarang coba saya teknuni lagi,’’ tambahnya.

Selama ini, Soni hanya mengandalkan media sosial untuk menjual kerajinan lampu hiasnya. Peminatnya pun sekitar area Jombang saja. ”Rata-rata yang beli dari Jombang kota atau kenalan saya, karena ini kan saya jual murah-murahan,’’ papar dia.

| Baca Juga:  Belmaks, Guitar Asli Kediri dari Bambu Jawa

Harga satu lampu hias dijual Soni cukup terjangkau. Untuk ukuran besar dengan motif bunga dijual Rp 120 ribu, sedangkan motif simple dengan ukuran lebih kecil dijual Rp 70-80 ribu.

”Ada dua jenis yakni untuk taman atau dalam ruangan,’’ papar dia.

Untuk lebih menarik minat, Soni menambah dengan hiasan lampu warna warni. ”Kalau dipasang di kamar tidur malah bagus. Warnanya bisa menyebar sesuai motifnya,’’ pungkasnya.

Kondisi ‘kepepet’ terkadang membuat manusia bisa bangkit dan menghasilkan sesuatu yang lebih.(*)

Reporter : Aan Hidayat
Editor : Linda Kusuma