Beranda Hukum Kriminal Miris, Kecanduan Bokep Pengamen di Tulungagung Cabuli Bocah 7 tahun

Miris, Kecanduan Bokep Pengamen di Tulungagung Cabuli Bocah 7 tahun

BERBAGI
rersangka saat diamankan petugas kepolisian. Dirinya mengaku akan mencabuli korban karena kecandua bokep di internet. (foto : maman firmansyah)

AGTVnews.com – Seorang pengamen, Wahyu Bagus Santoso (25 tahun) diamankan Unit perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung.

Laki-laki ini ditangkap setelah adanya laporan tindakan percobaan kekerasan terhadap seorang anak, NN (7 tahun). Mirisnya, tindakan tersebut juga dibarengi dengan upaya pencabulan terhadap bocah tersebut.

Staff Humas Polres Tulungagung, Bripka Endro Purnomo mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah, NN diketahui keluar dari sebuah kebun ketela di Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu. Pada saat itu, NN menangis dengan kondisi tangannya terikat tali kain.

“Korban bercerita, pada saat kejadian dirinya tengah bermain layang-layang bersama temanya di sekitar Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru. Tiba-tiba dia ketemu tersangka dan diajak mengambil layangan yang lebih besar lagi, namun di lokasi yang berbeda,” jelas Endro, Kamis (2/7/2020).

| Baca Juga:  Pasangan Mesum Yang Terjaring Razia Valentine Dikenakan Wajib Lapor

Tertarik dengan ajakan tersebut kemudian korban menuruti ajakan tersangka. Korban dibawa ke kebun ketela menggunakan sepeda onthel.

Ditambahkan Endro, di lokasi tersebut, tersangka mengajak korban bermain sulap. Korban diikat pada kaki dan tangannya. “Korban ini ngakunya hanya diikat dan ditindih. Saat merasa ditindih itu muka korban ditutup. Jadi tidak bisa melihat apa yang dilakukan tersangka,” ungkapnya.

Sementara itu, pelaku mengakui semua perbuatannya. Menurut penuturannya, memang dirinya sengaja akan mencabuli korban. Namun karena korban menangis akhirnya dia panik dan langsung ditinggalkan.

| Baca Juga:  Miris, santriwati Yang Kabur Dicabuli Bergantian Oleh Pelaku

“Unsur pencabulannya itu, ketika tersangka menempelkan kemaluannya ke tubuh korban. Alasannya karena tersangka ini sering melihat video porno di internet,” pungkasnya.

Tersangka terancam Undang Undang nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar rupiah. (*)

Reporter : Maman Firmansyah
Editor : Linda Kusuma