Beranda Advetorial Pemkab Blitar Serahkan Bantuan APD Kepada Pengusaha Pariwisata

Pemkab Blitar Serahkan Bantuan APD Kepada Pengusaha Pariwisata

BERBAGI
bupati blitar rijanto
Bupati Blitar Rijanto memberikan pengarahan kepada pengusaha sektor pariwisata untuk menerapkan protokol kesehatan di lokasi usahanya. Pemkab Blitar telah memberi izin lokasi wisata untuk buka kembali dengan pengawasan yang ketat. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Kabupaten Blitar siap membuka kembali seluruh tempat wisatanya setelah sempat vakum karena pandemi Covid-19. Meski dibuka secara bertahap namun Pemerintah Kabupaten Blitar tak mau kecolongan munculnya klaster baru penularan Covid-19 di lokasi wisata.

Mengantisipasi hal ini Pemkab Blitar mengajak seluruh pelaku jasa usaha pariwisata, baik perhotelan, rumah makan dan pengelola lokasi wisata di untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sebagai bentuk dukungan, Bupati Blitar Rijanto menyerahkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) kepada para pelaku jasa usaha pariwisata. Penyerahan APD ini dilakukan di wisata edukasi Kampung Coklat di Kecamatan Kademangan, Minggu (12/7/2020).

“Kita memberikan bantuan APD sebagai stimulan kepada para pelaku jasa usaha pariwisata. Kami berharap seiring dengan berlakunya new normal atau tatanan kehidupan baru, wisata di Kabupaten Blitar ini kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Jadi penularan Covid-19 bisa ditekan sektor pariwisata pun tetap berjalan,” ujar Rijanto.

Rijanto menjelaskan, lokasi wisata yang ada di Kabupaten Blitar dibuka sesuai dengan pengajuan izin yang dilakukan pengelolanya. Izin ini diajukan ke dinas terkait, lalu akan ada tim yang mengecek kesiapan lokasi wisata tersebut.
Apabila perlengkapan penerapan protokol kesehatan sudah benar-benar siap baru diizinkan untuk beroperasi. Meski begitu pihaknya tetap melarang lokasi wisata yang ada di kecamatan yang masuk zona merah agar tidak buka terlebih dahulu.

| Baca Juga:  Pemkab Blitar Sukses Gelar Festival Kresnayana Secara Tertutup dan Terbatas

“Itupun nanti sambil berjalan kita terus awasi. Kalau di tengah jalan ada yang melanggar atau ada riwayat yang berkunjung maupun karyawan serta pengelola positif langsung kita tutup lagi. Yang kecamatan masuk zona merah tentu kita tahan dulu untuk tidak dibuka. Yang orange, kuning dan hijau boleh. Dengan catatan zona orange boleh tapi pengawasan ketat,” tegasnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini mempersilakan masyarakat yang ingin berwisata untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata lokal Kabupaten Blitar.

“Masyarakat yang mau wisata bisa, namun tentu harus disiplin protokol kesehatan. Kita berharap ekonomi di sektor wisata kembali bergerak di masa pandemi ini,” paparnya.

| Baca Juga:  Disnaker Kabupaten Blitar Gelar Business Motivation Workshop Audisi Inisiasi Wirausaha

Kampung Coklat Edukasi Wisatawan

Sementara pengelola wisata edukasi Kampung Coklat, Kholid Mustofa menyambut baik perhatian yang diberikan Pemkab Blitar. Dia mengatakan sejak pandemi Covid-19 pihaknya menutup lokasi wisata yang dikelolanya.

Sempat vakum, Kampung Coklat kemudian melalukan uji coba pembukaan dengan protokol kesehatan yang ketat mulai 1 Juli lalu. “Kami uji coba untuk buka kembali dengan protokol kesehatan yang ketat pada 1 Juli lalu. Jika dibanding hari biasa sebelum ada pandemi memang jumlah pengunjung berkurang cukup drastis. Biasanya sehari ada 2.000 pengunjung, nah saat masa uji coba ini sehari rata-rata sekitar 200 an pengunjung,” jelasnya.

Dia menambahkan, di lokasi wisata Kampung Coklat, pengelola selain menerapkan protokol kesehatan yang ketat juga menyiagakan 19 petugas khusus mengedukasi pengunjung untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi pengunjung disini justru dapat edukasi. Kalau di luar mereka bisa agak longgar disini justru kami ketatkan. Jadi ada 19 orang khusus mengedukasi pengunjung,” ujarnya.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor  : Yusuf Saputro